oleh

Cerita Samuel Christianson, Nama Islandia, Marga Batak, Belajar Sepakbola ke Spanyol

KABARMADURA.ID – Namanya identik dengan nama masyarakat Islandia, berakhir dengan marga yang diakhiri dengan Son atau putra. Dialah Samuel Christianson. Namun setelah ditelusuri, Samuel ternyata warga Indonesia tulen. Kedua orangtuanya asli Tanah Air. Ayahnya bermarga Batak, Sumanjutak. Marga yang juga disandang di nama belakang Samuel.

MUKHTARULLAH, BANGKALAN

Samuel kini adalah salah satu pemain Madura United. Berposisi di bek sayap kiri. Pemain berwajah innocent tersebut, merupakan lulusan akademi sepakbola di negara Spanyol.

Musim ini, jadi tahun pertamanya bersama Laskar Sape Kerrab, tepatnya sejak Januari 2020.

Pemain yang sempat memperkuat Timnas Indonesia ini, mengawali karier sepakbola dari Depok, tempatnya dilahirkan.

Sejak kecil, sepakbola sudah jadi hobi pemain yang saat masih berstatus lajang ini.

Bagi Samuel, bermain sepakbola dapat membangun kekompakan, sebab, setiap tujuan bisa tercapai bila sudah terjadi yang namanya kekompakan. Falsafah itu dia pegang sampai saat ini, sehingga bermain sepakbola tidak mungkin ia tinggalkan.

Pemuda kelahiran 1999 itu mengungkapkan, sejak masih sekolah dasar (SD), dia sudah menekuni olahraga yang kokon berasal dari Tiongkok ini. Meski sebelumnya dia tidak pernah tahu akan terjun ke dunia sepakbola profesional.

Keseringan bermain bola plastik sejak duduk di bangku SD, akhirnya pada saat kelas 5 SD potensinya mulai tampak, sehingga kedua orangtuanya, Samhostong Simanjuntak (bapak) dan Tatih Heliati (ibu), memilih tempat baru untuk memperdalam ilmu  bermain dan seni sepakbola.

Dari sekolah sepakbola (SSB), dia mulai mendapatkan fasilitas bermain dan mengambangkan secara sungguh-sungguh.

“Awalnya masuk SSB itu SD kelas 5, waktu itu masih ikut di Ciputat, namanya SSI Arsenal. Setelah itu, pada tahun 2020 pindah ke SSB Jakarta Football Academy,” ungkapnya pada Kabar Madura, Minggu (18/10/2020).

Sejak saat itu, dia memang sudah dilatih oleh Rasiman, asisten pelatih di Madura United saat ini. Di dua SSB itulah, penampilan Samuel mulai tampak, sehingga akhirnya dia mendapat kesempatan untuk belajar sepakbola ke Spanyol.

“Tahun 2012 saya mulai ke Spanyol sampai tahun 2017. Saya berlatih berlatih di sana selama 5 tahun,” Imbuhannya.

Kesempatan itu dimanfaatkannya secara sungguh-sungguh, karena menurutnya, tidak semua orang dapat mendapatkan kesempatan seperti yang telah didapatkan.

Pulang ke tanah air, dia mulai bergabung dengan tim profesional, di mana pada tahun 2018 lalu harus membela tim Sriwijaya FC, kemudian pada tahun 2019 membela PSS Sleman, dan pada tahun 2020 ia telah menjadi bagi dari tim skuad Madura United.

Selain masuk tim profesional, Samuel juga berkiprah di tim nasional, di mana pada tahun 2013 ia bermain timnas U-16, kemudian pada tahun 2017 sampai 2018 bermain di timnas U-19, dan pada tahun 2019 untuk timnas U-23, sampai sekarang.

“Meski sejak kecil sudah suka sepakbola, awalnya bukan saya yang mau di SSB, tapi itu kemauan orangtua. Sehingga tidak menutup kemungkinan saya tidak akan menjadi seperti ini tanpa ada dukungan penuh dari orang lain tua,” pungkasnya. (km55/bri)

 

Komentar

News Feed