Chosnul Chotimah Jalani Aktivitas dengan Penuh Syukur

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sumenep-Menjadi ibu rumah tangga sekaligus sebagai abdi negara tentu tidak lah mudah. Ia harus mampu mengatur waktu dengan baik agar antar keduanya tidak ada yang diabaikan satu sama lain. Hal itulah yang dilakoni oleh Chusnul Chotimah, Inspektur Pembantu (Irban) Inspektorat Kabupaten Sumenep.

Moh Razin, Sumenep

Chusnul Chotimah dilahirkan di Pamekasan, 5 September 1965. Orangtuanya juga abdi negara. Karenanya, sejak kecil ia sudah terbiasa berpindah-pindah, mengikuti ke mana orang tuanya ditugaskan. Hal ini juga berpengaruh terhadap pendidikan yang ditempuhnya.  Ia menyelesaikan sekolah dasar di tiga tempat, yakni di SDN Manten I Pamekasan dari tahun 1972-1974, pindah ke SDN Brawijaya Jember hingga tahun 1976 dan menuntaskannya di SDN Manten II Pamekasan pada tahun 1976.

Perempuan yang menikah dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Edy Rasiyadi pada 19 Oktober 1994 tersebut melanjutkan pendidikannya di SMPN 2 Pamekasan 1977-1978 dan menuntaskannya di SMPN I Bondowoso pada tahun 1980.

“Biasa, kalau ikut orangtua itu harus siap bolak-balik Madura-Jawa atau Jawa-Madura, dan kami tentunya sangat bersyukur dan menikmati perjalanan hidup tersebut, karena Tuhan pasti merencanakan itu dari sebelum saya lahir,” tuturnya kepada Kabar Madura.

Sementara untuk pendidikan selanjutnya ditempuh di SMAN II Bondowoso  dinyatakan lulus pada 1984 dan melanjutkan di Universitas Jember dari 1984-1989. Beberapa tahun berjeda, pada tahun 2000 dia melanjutkan pendidikan S2-nya di  Universitas Wijaya Putra dan resmi menyandang gelar magister pada tahun 2001.

Perjalanannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dimulai pada tahun 1993, beberapa tahun setelah lulus sarjana. Ia menjadi bekerja di Kota Metropolitan Surabaya pada bagian organisasi Kotamadya Surabaya. Setelah istikamah selama 5 tahun, dia tidak serta merta pulau ke kampung halamannya yang berjuluk Kota Gerbang Salam, tetapi perempuan yang akrab disapa Bu Ima itu langsung bertugas di Kantor Bappeda Sumenep.

Bertahun-tahun menekuni berbagai tugas disertai dengan kerja keras dan cerdas, pada tahun 2013 hingga detik ini, dia diberi amanah sebagai salah satu Inspektur Pembantu (Irban) Inspektorat. Sebuah jabatan yang cukup prestisius di lingkungan Pemkab Sumenep.

Selain aktif menjadi PNS, ia juga tetap menjadi aktivis di berbagai organisasi. Mental aktivisnya ditempa sejak mahasiswa, yakni dengan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saat ini dia juga menjabat sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan, Wakil Ketua II PKK, Wakil Ketua I GOW, dan Wakil Ketua I Perwosi Kabupaten Sumenep.

“Ya tentunya saya sendiri harus pandai mengatur waktu, tentunya kontrol keluarga. Saya kan sudah punya anak dua dan sekarang sudah kuliah. Minimal komunikasi setiap hari itu harus tetap inten, misalnya saya, mas Edy dan kedua anak saya itu video call-an bersama,” imbuhnya.

Ibunda dari Almira Amadea Edytiananda dan Amorita Iqradiella Edytiananda itu terus menekan dirinya untuk selalu terus konsisten, untuk tidak ada yang diabaikan antara tugas, keluarga, dan peran di aktivis keperempuan. Karena menurutnya tidak ada yang merepotkan jika dijalani dengan penuh kenikmatan, sebagai bentuk syukur karena tidak semua orang diberikan momentum yang senada dengannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *