oleh

Cinta Yang Perlu Disyukuri

Peresensi                     : Supadilah

Banyak orang memandang fisik sebagai alasan untuk menikah. Seorang lelaki memilih perempuan yang cantik sebagai pendamping hidupnya. Seakan gengsi meninggi jika mendapatkan pendamping yang berparas menarik. Tidak salah memang. Itu alasan yang rasional. Namun jika kecantikan sebagai satu-satunya prioritas, maka itulah yang akan menjadi penyesalan di akhirnya.

Ya, tidak sedikit yang menuhankan kecantikan. Lebih memilih paras dibandingkan ketaqwaan seorang perempuan. Inilah yang terjadi pada tokoh utama pada novel anggitan Kang Abik. Dia dijodohkan oleh ibunya dengan anak teman sesama mondok.

Padahal secara fisik istrinya cukup cantik. Kepintarannya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun sebulan dua bulan hingga dia tahun belum tumbuh rasa cinta kepada sang istri.

Sebagai perempuan Jawa, Hana sudah cukup bersabar dan selalu menutupi apa yang terjadi pada keluarga mereka. Pada setiap acara keluarga mereka menampilkan kemesraan. Di luar rumah, pernikahan mereka dibincangkan sebagai contoh bagi keluarga lainnya. Sebuah keluarga ideal dan bahagia.

Dia terlanjur tertarik dengan paras wanita cantik. Mengidamkan wanita Mesir yang konon jika ada delapan wanita Mesir,maka ada enam belas wanita yang cantik. Sebab, bayangannya pun cantik. Di dunia nyata cerita seperti ini banyak pula terjadi. Hidup bersama tanpa cinta bukanlah cerita langka.

Iba hati sang istri tak ada pengaruhnya. Dia bergeming pada impiannya tentang sosok wanita idaman. Besarnya pengorbanan sang istri tak cukup membuatnya berubah. Sampai dia mendengar cerita pernikahan Pak Qolyubi yang kemudian menyadarkannya. Segera dia menemui isterinya di rumah sang mertua. Namun, semua terlambat. Hanya penyesalan mendalam yang didapatnya. Cinta di depan mata diingkar. Penyesalan yang akan menghampiri.

Hal yang berbeda pada garis hidup Niyala. Hanya beberapa waktu lagi akan meraih gelar dokter. Kedatangan surat bapak membuat kebahagiaannya terenggut. Bapak memintanya untuk menikah dengan Roger, anak dari Haji Cosmas. Masa lalu kelam membayanginya. Di masa kecil, Roger hendak menggagahinya. Baginya, menyerahkan diri pada Roger sama artinya melacurkan diri, bahkan lebih hina lagi. Tapi dari mana uang untuk membayar utang Rp80 juta?

Padahal saat itu dia sudah bahagia di Jakarta. Untuk berbicara pada Umi, dia tak tega. Sudah banyak merepotkan Umi. Tak mau lagi dia membebani Umi.  Kepadanya kakak angkatnya Faiq dia berbagi kesedihan. Berharap ada sedikit pertolongan. Namun, mampukah sang kakak yang baru pulang dari Al-Azhar itu membantu dari peliknya masalah Niyala? Sementara itu, Niyala tak mau pula durhaka pada sang bapak yang telah membesarkannya. Kang Abik piawai menghadirkan konflik dan penyelesaian yang apik.

Novel ini memberikan pesan bahwa akan ada masa-masa sulit dalam kehidupan. Bahkan ujian yang paling besar pula. Bersandar pada Allah sembari berusaha menemukan jalan merupakan ikhtiar terbaik manusia. Reguklah kebahagiaan pada jalan yang sesuai dengan syariat-Nya.

Judul Buku                   : Pudarnya Pesona Cleopatra

Penulis                         : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit                      : Republika Penerbit

Tebal                           : x+109 halaman

Cetakan                       : Juni 2020

ISBN                             : 978-979-360-400-8

 

 

Komentar

News Feed