oleh

Cipayung Pamekasan Tuntut Polda Jatim Segera Tuntaskan  Kasus Penganiayaan Aktivis

Kabarmadura.id/pamekasan–Dampak tindakan represif yang dilakukan oleh oknum anggota polisi terhadap aktivis saat aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pamekasan, mendapat kecaman dari organisasi Cipayung Kabupaten Pamekasan.

Organisasi yang terdiri dari sejumlah organisasi kemahasiswaan itu, sepakat menuntut Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.

Hal itu seperti disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pamekasan Hasan Basri. Dia sangat mengecam tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum anggota polisi terhadap aktivis PMII.

Menurutnya, tindakan tersebut benar-benar mencederai nilai-nilai dan prinsip kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum. Hal itu menurutnya sangat melukai hati kelompok aktivis mahasiswa.

Bahkan dia menyebutkan, jika penegak hukum tidak bisa melakukan penindakan secara tegas pihaknya akan menggelar konsolidasi aksi yang lebih besar.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan melakukan konsolidasi gerakan dan melakukan perlawanan secara massif untuk melawan kekuasaan yang menindas,” tegasnya, Senin (288/6/2020).

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Ackhmad Hokim menilai, polisi yang seharusnya memberikan rasa aman kepada aktivis pada saat menyampaikan aspirasi rakyat, justru menjadi sosok yang menakutkan, melakukan pengejaran dan pemukulan seolah sedang melaksanakan aksi penangkapan segerombolan perampok dan bandar narkoba.

Bahkan, dia merasa ada yang janggal dengan lembaga kepolisian, sebab tindakan semacam itu tidak hanya sekali terjadi melainkan beberapa kali. Dia mengaku, polisi pernah melakukan tindakan serupa terhadap kader HMI yang sedang berdemonstrasi.

“Saya heran, ada apa sebenarnya dengan lembaga kepolisian ini, kok hal semacam ini bisa terus terulang,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pamekasan Mubarok Usman turut mengutuk tindakan polisi yang menurutnya tercela itu. Dia mengaku turut berduka atas hal yang menimpa sejumlah kader PMII yang mendapatkan perlakuan tidak pantas dari polisi.

Dia menekan agar Polda Jatim dapat segera menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas dan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku.

“Periksa serta berikan sanksi yang tegas kepada oknom polisi yang telah dengan sengaja melakukan tindakan represif, mereka telah melanggar prosedur pengamanan aksi demonstrasi,” tukasnya.

Sementara di lain pihak, Kepala Divisi Humas Polda Jatim Komosaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan, empat anggota Polres Pamekasan dinyatakan bersalah dalam insiden demo berujung ricuh di Pamekasan.

Keempatnya dinyatakan bersalah setelah Ditpropam Polda Jatim yang dipimpin langsung Kombes Puji, terjun langsung ke Pamekasan di hari bentrokan pandemo dengan polisi terjadi.

Menurutnya, sebanyak 28 orang telah diperiksa oleh Ditpropam. Mereka antara lain sejumlah anggota polisi, anggota demonstran dan warga di sekitar lokasi kejadian. Dari pemeriksaan itulah dia menyebutkan empat polisi dinyatakan bersalah karena telah melakukan pelanggaran.

“Selanjutnya mereka akan diproses di Polda, mereka akan disidang, tapi tidak mungkin langsung dipecatlah, ada tahapannya, pertama itu sanksi disiplin,” ungkapnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed