Ciptakan Kondusifitas, Babinsa Dampingi Program PTSL

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KOMITMEN: Anggota badan pembina desa (Babinsa) Desa/Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, berbaur dengan masyarakat mendampingi pengukuran tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

KABARMADURA.ID, SAMPANG, TORJUN– Badan pembina desa (Babinsa) kian berbaur membantu masyarakat di Kabupaten Sampang. Sejumlah personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu, melakukan pendampingan pengukuran tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Tujuannya, untuk memperlancar dan menciptakan kondisi aman di Desa/Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.

Anggota Babinsa mendampingi seluruh pengukuran tanah. Sebab, dalam pengukurannya melibatkan masyarakat pemilik tanah dan rawan ricuh. Berkat pendampingan itu, pengukuran tanah berlangsung aman dan lancar. Pelda Muhammad terjun langsung melakukan pendampingan ke sejumlah dusun di Desa Torjun.

Bacaan Lainnya

Pihaknya mengaku, pengukuran tanah berlangsung aman dan lancar. Sepanjang pengukuran di semua dusun tidak ada bentrok. Meski pengukuran melibatkan semua pemilik tanah. “Dalam pengukuran seperti ini rawan konflik. Karena dalam prosesnya harus melibatkan banyak pihak. Namun, kami membantu proses itu hingga selesai,” ujarnya, Senin (15/3/2021).

Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) Torjun Lettu Inf. M. Suni berjanji, akan terus berkomitmen membantu masyarakat dan melakukan pengayoman dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan. Pihaknya sengaja mendelegasikan anggotanya untuk mejaga keamanan dan kelancaran proses pengukuran tanah.

Terbukti, proses pengukuran PTSL berjalan aman dan lancar. “Kami terus hadir di tengah tengah masyarakat. Sehingga, program pemerintah berjalan lancar dan aman. Sedangkan masyarakat merasa terbantu dan tidak terjadi konflik,” tegasnya.

Bahkan, lanjut Lettu Inf.M.Suni akan selalu melibatkan diri pada kegiatan masyarakat. Sebab, berbaur dengan masyarakat merupakan tugas Babinsa. Sehingga memberikan rasa aman dan tentram terhadap masyarakat di pedesaan. (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *