CJH Sumenep Berharap Pemberangkatan Tidak Kembali Digagalkan

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MEMBINGUNGKAN: Pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) tahun 2022 belum ada kepastian.

KABARMADURA.ID | SUEMENEP – Pemberangkat calon jemaah haji (CJH) di Sumenep belum ada kepastian. Hingga saat ini belum ada keputusan resmi soal nasib CJH. Kondisi tersebut membuat sebagian jemaah resah. Bahkan mulai khawatir tahun ini pemberangkatan kembali digagalkan.

Zainuddin CJH Asal Beneresep Barat, Kecamatan Lenteng, mengaku kebingungan. Sebab, semenjak mendaftar hingga saat ini belum ada kepastian soal pemberangkatan ke Tanah Suci.

“Kami bingung dengan kondisi saat ini, faktor usia juga saya pikirkan. Semoga tahun ini ada panggilan,” katanya, Minggu (13/2/2022).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, penundaan pemberangkatan CJH sudah sejak tahun 2020. Maka dari itu, pihaknya berharap agar tahun ini pemberangkatan tidak kembali ditunda.

“Kami sangat berharap tahun ini ada sinyal untuk berangkat,” ucap dia.

Sudari CJH Kecamatan Batang-Batang mengatakan, ditundanya pemberangkatan CJH tidak menjadi masalah baginya. Sebab, jika dipaksakan berangkat dikhawatirkan menimbulkan masalah yang lebih besar.

“Mau berangkat kapan pun saya siap mas, Saya manut aturan pemerintah, tetapi memang bagi seluruh jemaah akan merasa kebingungan terutama usianya yang sudah berlanjut ” paparnya.

Sementar itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep Innani Mukarromah mengatakan, hingga saat ini belum ada surat resmi dari pemerintah pusat. Sehingga pihaknya tidak bisa mengambil kebijakan tanpa ada rujukan resmi pemberangkatan CJH.

“Belum ada informasi resmi dari pusat,” jelasnya.

Dikatakan Innani, ada sekitar 671 CJH yang direncanakan berangkat tahun ini. Namun untuk kepastiannya, pihaknya masih menunggu kepastian dari Kemenag pusat maupun Arab Saudi.

Innani menambahkan, pemerintah telah berupaya untuk menyiapkan penyelenggaraan haji. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus siap bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan warganya dari risiko penyebaran Covid-19.

“Kami menunggu informasi lebih lanjut mas,” tukasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.