oleh

Covid-19 Disebut Kebohongan, Para Tokoh Pamekasan Sepakat Ikuti Ahlinya

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Beredarnya kabar di tengah masyarakat yang menyebut Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 yang dikabarkan sebagai suatu kebohongan yang direkayasa, serta merupakan hasil konspirasi dan ulah dari elit global, mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meminta masyarakat untuk tidak membuang-buang tenaga dengan sibuk membahas kebenaran wabah Covid-19.Menurutnya, sudah ada yang jauh lebih mengerti mengenai hal itu, bahkanlebih spesifik mengenai virusnya,yaitu tenaga kesehatan.

Sehinggadia mengajak masyarakat mengikuti protokol kesehatan agar bisa terhindar dari bahaya Covid-19.

“Tidak usah berdebat panjang tentang wabah, karena kita tidak punya keahlian tentang virus, kita cukup ikuti protokol, dar pada energi kita habis terkuras hanya untuk  berdebat tentang yang bukan keahlian kita,” ucapnya di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Minggu (7/6/2020).

Tanggapan juga muncul dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono, menurutnya, masih banyak hal yang jauh lebih penting dari menanggapi kabar tidak bertuan tersebut, menangani wabah Covid-19 agar supaya tidak menyerang masyarakat Pamekasan merupakan hal terpenting dan prioritas baginya.

“Tugas saya adalah upaya penanganan Covid-19, kami tidak mau sibuk dengan rumor tidak jelas, sebab kami tidak mau kecolongan, yang kami pikirkan bagaimana masyarakat Pamekasan terhindar dari Covid-19, itu,” ucapnya.

Di lain pihak, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menyebutkan, dalam hal Covid-19 yang belakangan dikabarkan sebagai teori konspirasi, dia menghargai itu sebagai sebuah teori, tetapi untuk diterima secara ilmiah,terdapat pihak yang lebih kompatibel dan memiliki kapastias dalam hal medis.

“Bahwa dikatakan Covid-19 sebagai teori konspirasi, maka saya hargai itu sebagai sebuah teori, tetapi untuk diterima secara ilmiah masih ada yang memiliki kapastias dalam hal ini yaitu ahli medis, hanya itu yang saat ini bisa kita hargai secara ilmiah,” ucapnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed