Covid-19, Kemenag Perpanjang Waktu Pelunasan BPIH

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) NORMAL: Pelayanan yang ada di Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Di tengah pandemi Covid-19, Calon Jemaah Haji (CJH) tetap semangat melunasi biaya haji di Bangkalan. Terlihat juga jemaah yang berkonsultasi di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan. Kepala seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangkalan, Wafir mengatakan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kemenag pusat memutuskan adanya penambahan waktu pelunasan biaya CJH yang akan berangkat tahun ini.

Dalam SE Nomor 24001 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pelunasan Biaya Haji Reguler Tahun 1441/2020 Masehi tersebut disebutkan, jika pada awalnya pelunasan tahap pertama akan dilaksanakan mulai 19 Maret hingga 17 April, kini ada pelonggaran Biaya Pelunasan Ibadah Haji (BPIH) hingga 30 April 2020.

“Tahap kedua semula 30 April sampai 15 Mei. Diperpanjang menjadi 12 Mei sampai 20 Mei,” katanya, Senin (30/3/2020).

Masih menurut Wafir, dalam 1 minggu jangka waktu pelunasan BPIH ini, sudah ada 228 CJH yang melunasi biaya keberangkatan haji per-Jumat, kemarin (27/3/2020). Sedangkan, untuk tahun ini CJH yang akan diberangkatkan sebanyak 726 jemaah. Di mana pembayaran harus dilakukan non tunai atau melalui bank yang sudah ditunjuk oleh Kemenag.

“Kalau dokumen jemaah yang berhak berangkat sudah turun dari Jakarta. Sudah kita lakukan verifikasi, sehingga CJH bisa langsung melakukan pelunasan melalui bank,” terangnya.

Untuk biaya BPIH sendiri, kata Wafir, mulai dari awal setoran hingga pelunasan, jumlahnya ada Rp33.577.602. Mengenai adakah CJH yang mengundurkan diri, Wafir menjelaskan, hingga saat ini belum ada CJH yang berhak berangkat mengundurkan diri.

“Nanti bisa ketahuan yang mengundurkan diri setelah tahap pertama ini ditutup. Karena, kalau tahap kedua BPIH ini yang sudah pernah haji,” jelasnya.

Sedangkan, adanya desas-desus dibatalkannya CJH untuk berangkat ke Tanah Suci imbas dari merebaknya pandemi Covid-19, Wafir membantah adanya informasi tersebut. Hingga kini, menurutnya, tidak ada pemberitahuan mengenai hal itu dari pusat.

“Tidak ada perintah penundaan keberangkatan jamaah haji. Karena kita keberangkatan kloter 47, 48 dan 49. Di mana kloter itu berangkat perkiraan pada bulan Juli,” paparnya.

Di tempat terpisah, Ahmad Mustofa, salah satu perwakilan dari CJH Bangkalan yang akan berangkat pada tahun ini berharap, pihak pemerintah tidak melakukan penundaan atau pembatalan keberangkatan haji untuk bulan Juli nanti. Pasalnya, ayahnya yang akan berangkat haji tersebut sudah menunggu lama untuk ini.

“Sudah bertahun-tahun kita menunggu pelunasan ini. Masak mau dibatalkan begitu saja nanti, ya saya harap virus ini segera mereda,” pungkasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *