Covid-19, KPU Sumenep Usulkan Tambahan Anggaran Pilkada Rp25 M F-KPU

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TIDAK VALID: Kebutuhan anggaran pikada masih dihitung secara terperinci.

Kabarmadura.id/Sumenep-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep A. Warits mengungkapkan, penambahan anggaran untuk Pilkada 2020 sudah mulai dihitung. Perkiraan tambahannya mencapai Rp25 miliar untuk pemenuhan alat protokol kesehatan seperti masker, rapid tes dan alat kesehatan lainnya.

“Saat ini masih proses penghitungan dan melakukan kajian ulang terhadap anggaran secara terperinci,” katanya, Minggu (7/6/2020).

Bacaan Lainnya

Hal senada disampaikan Komisioner KPU Syaifur Rahman. Menurutnya, perihal anggaran saat ini masih disusun. Tetapi, anggaran itu sudah diperkirakan Rp25 miliar. Anggaran tersebut masih menunggu ketentuan dari KPU RI. Sebab, saat ini masih melakukan perincian terhadap kebutuhan. Misalnya, disesuaikan dengan harga masker dan harga kebutuhan alat kesehatan lainnya.

“Insyaallah setelah pengaktifan tenaga ad hoc nantinya pembahasan anggaran sudah selesai,” ujarnya.

Menurutnya, kelanjutan pilkada bisa berjalan mulus jika anggaran ada kejelasan dari pemerintah. Sebab, nantinya akan kewalahan seiring berjalannya pilkada tanpa ada anggaran yang memadai.

“Dari KPU RI sebenarnya sudah menyusun mengenai kebutuhan anggaran. Tetapi, masih menunggu dari kepastian pemerintah,” ujarnya.

Menurut hasil rapat bersama KPU RI, masih belum berani menerbitkan tahapan-tahapan pilkada tanpa ada kejelasan dari pemerintah.

“Kami masih juga mempersiapkan tahapan pilkada. Setelah pengaktifan badan ad hoc nantinya yang akan dibahas mengenai data pemilih,” ujarnya.

Saat ini ketika mengacu pada hasil singkronisasi pada data coklit sebelumnya, data pemilih sebanyak 887 ribu. Data tersebut nantinya ketika dilakukan coklit  akan berpotensi bertambah. Sebab, akan ada pemilih pemula yang berumur 17 tahun per 23 September 2019 hingga per 9 Desember 2020.

“Hasil DP4 bersama KPU RI sebanyak 887 ribu data pemilih. Tentunya nantinya data pemilih akan berpotensi bertambah,” paparya.

Dijelaskan, data pemilih tersebut berdasarkan data KPU RI. KPU RI menerima dari Dispendukcapil dan data tersebut sudah disingkronkan dengan data pemilih tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Sumenep Rofiki Tanzil mengatakan, penambahan anggaran juga dianggarkan pada sisi keselamatan bagi penyelenggara. Misalnya, pada kebutuhan tes Covid-19 bagi penyelenggara pemilu. Misalnya, waktu pelaksanaan, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan panitia pemungutan suara (PPS) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK), akan dilaksanakan tes untuk memastikan kesehatan petugas.

Tanzil Menambahkan, tak sedikit anggaran tak terduga yang bakal dibutuhkan saat wabah Covid-19. Setiap tahapan akan dilaksanakan dengan protokol Covid-19.

“Karena itu, perlu dihitung penambahan anggaran. Saat ini masih persiapan penjadwalan tahapan pilkada,” ujarnya (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *