Covid 19 Masih Mewabah, PTM Serentak Belum Diterapkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) SEMANGAT: Siswa SMAN di Bangkalan yang mengikuti kegiatan PTM selama wabah Covid-19 beberapa waktu lalu.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN– Pembelajaran tatap muka (PTM) uji coba jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) beberapa waktu lalu. Hingga kini, PTM serentak di lembaga pendidikan tersebut masih buram. Sedangkan, untuk sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) mulai tanggal 9 Februari mendatang bisa melakukan kembali PTM.

Sebelumnya, tanggal 18 Januari 2021 lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Cabang Bangkalan memberhentikan kegiatan itu. Hal itu dikatakan oleh Kepala Seksi (Kasi) bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdik Jatim Cabang Bangkalan, Moh Fauzi.

Bacaan Lainnya

“Kalau sekarang masih daring sampai tanggal 8 Februari. Aktif PTM lagi tanggal 9 Februari,” katanya, Senin (1/2/2021).

Lanjut Fauzi, diberhentikannya kegiatan itu lantaran adanya surat edaran (SE) dari Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Surat edaran  tersebut tentang penetapan jam kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam mencegah penularan Covid-19.

Apalagi  sebelumnya banyak kepala dinas dan pegawai Pemerintah Kabupaten Bangkalan terinfeksi Covid-19. Pihaknya tidak ingin mengambil resiko penularan pada anak didik jika PTM itu dilanjutkan.

“Sejak tanggal 18 Januari kami sudah memberlakukan daring. Awalnya surat edaran Bupati, kemudian masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari gubernur,” ungkapnya.

Sementara itu, lembaga pendidikan tingkat SD/SMP sempat memberlakukan PTM uji coba. PTM itu sempat dilakukan di delapan SD/SMP negeri yang masuk wilayah zona aman atau kuning. Namun, diberhentikan pada tanggal 4 Desember 2020 lalu karena adanya peningkatan pasien yang terinfeksi Covid-19 di Bangkalan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Bangkalan Jufri Kora menuturkan, meski sudah ada instruksi  dari Kemendikbud untuk kembali melakukan PTM, pihaknya masih belum mendapatkan lampu hijau dari Satgas Covid-19 Bangkalan.

“Sebenarnya udah siap dengan segala protokol kesehatannya, tapi belum ada rekomendasi dari Tim Satgas,” ungkapnya.

Jika nantinya diperbolehkan kembali untuk melaksanakan PTM, dia belum bisa memastikan apakah skema PTM yang dilakukan nanti sama seperti sebelumnya. Yakni dengan mengambil satu sekolah negeri di kecamatan yang berzona kuning saja atau secara keseluruhan.

“Tergantung hasil evaluasi kami bersama Satgas Covid-19 nanti, jadi belum bisa memastikan,” tandasnya.

Sebelumnya, PTM uji coba SD/SMP sempat dilakukan meski tidak sampai dua minggu. 8 wilayah yang diperbolehkan PTM yakni Konang, Kokop, Geger, Klampis, Tanjung Bumi, Galis, dan Kecamatan Tanah Merah. Setiap kecamatan ditetapkan satu SD dan SMP sebagai sampel uji coba PTM. Jadi jumlah totalnya ada 16 sekolah mulai dari SD hingga SMP. (ina/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *