oleh

CSR Penggemukan Sapi Dicurigai Hasil Kongkalikong

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Bantuan penggemukan sapi yang merupakan realisasi pogram corporate social responsibility (CSR) Petronas Caligari di lapangan North Madura II Ltd, tepatnya sumur Bukit Tua di perairan Kecamatan Ketapang menuai protes. Nelayan menilai, bantuan itu hasil kongkalikong.

Sebab, bantuan penggemukan sapi tidak berdampak pada nelayan. Sementara nelayan di daerah pantai utara (pantura) Sampang merupakan pihak yang dirugikan langsung. Sebab, berdampak pada tangkapan ikan yang lebih sedikit. Selain itu, wilayah tangkapan semakin sempit akibat adanya wilayah terlarang.

Data yang dihimpun Kabar Madura, program CSR Petronas Caligari diberikan kepada warga Desa Temberu Barat, Temberu Timur dan Sokobanah Daya (Kecamatan Sokobanah), Desa Ketapang Daya, Ketapang Barat (Kecamatan Ketapang), dan Desa Nepa, Batioh, Banyuates (Kecamatan Banyuates).

Sayangnya, bantuan itu tidak diperoleh para nelayan yang terdampak secara langsung.Bahkan, sejumlah nelayan terdampak di Kecamatan Sokobanah mengaku baru mengetahui adanya bantuan yang disalurkan.

Selain itu, dalam tahapan sebelum terealisasi, bantuan juga tidak pernah dilibatkan. Padahal, penggemukan sapi yang direalisasikan sedikitnya ada sepuluh lokasi.

Salah satu nelayan di Sokobanah mengaku realisasi CSR di Sokobanah adalah hasil kongkalikong. Diduga kerjasama terjadi antara aparat pemerintah desa dengan Petronas. Sehingga, petani setempat tidak dilibatkan. Sementara nelayan tidak mendapatkan bantuan apa pun.

“Saya pernah melihat ada sejumlah sapi diturunkan di sekitar rumah tokoh masyarakat. Kabarnya itu sapi bantuan. Tapi sampai sekarang tidak diketahui siapa penerimanya,” ungkap salah satu nelayan yang menolak namanya dikorankan.

Dia menambahkan, selama ini CSR Petronas bersifat tertutup. Bahkan yang mengetahui hanya segelintir orang. Sehingga dinilai wajar jika program CSR tidak tepat sasaran. Terbukti, banyaknya bantuan sapi yang terealisasi tapi tidak jelas keberadaan dan lokasi penerima bantuan.

“Kami berharap Petronas menyerahkan langsung kepada nelayan. Termasuk jenis program bantuan yang ingin diminta nelayan diharapkan ada pendamping khusus. Sehingga tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan petani sebagai pihak yang terdampak langsung,” ucapnya.

Sebelumnya, aksi protes nelayan dilakukan ke kantor DPRD Sampang. Salah satu protes nelayan adalah realisasi CSR yang tidak jelas. Terlebih, bantuan tidak dirasakan langsung oleh nelayan.

Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas Carigali Indonesia, Andiono Setiawan mengaku selama ini sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Sebab, tahun 2020 Petronas sudah mendapatkan petunjuk dari pemerintah.

“Langsung ke bagian perekonomian Sampang. Sebab kami melalui pemerintah dalam mendistribusi bantuan CSR,” katanya.

Disinggung soal penentuan bantuan penggemukan sapi,pihaknya juga menolak memberikan keterangan. Sebab menurutnya, bukan wewenangnya memberikan keterangan kepada awak media. (man/waw)

 

 

Komentar

News Feed