Cuaca Ekstrem Hambat Proses Evakuasi Korban KM Santika Nusantara

  • Whatsapp
KM/Ist Evakuasi: Sejumlah penumpang yang berhasil dievakuasi.

Kabarmadura.id/Sumenep-Kecalakaan laut kembali terjadi di Sumenep, tepatnya di perairan Masalembu, Kamis (22/8) malam. Kapal beridentitas Kapal Motor (KM) Santika Nusantara jurusan Surabaya-Balikpapan dengan memuat ratusan penumpang, terbakar saat tiba di laut Sumenep.

Pantauan Kabar Madura, hingga saat ini, proses evakuasi terhadap para penumpang masih terus dilakukan.

Sebagaimana disampaikan oleh Humas Basarnas Surabaya Tholeb Valatehan saat dikonfirmasi, para penumpang masih terus dilakukan evakuasi ke Surabaya dengan menggunakan kapal MV Bintang Samudra 1 dan KM Dharma Fery 7. Informasi sementara, terdapat 115 penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) 51 yang menjadi korban kebakaran kapal tersebut.

“Sebanyak 53 orang yang berada di life raft telah dievakuasi MV Bintang Samudera 1 dan KM Dharma Fery 7, saat ini dalam pelayaran menuju ke Surabaya,” katanya.

Tholeb menuturkan, untuk evakuasi sisa penumpang lainnya masih menunggu datangnya kapal lain, akan tetapi pihak Basarnas juga telah meminta bantuan susulan kepada kapal yang berada dekat dengan lokasi untuk membantu proses evakuasi.

Selain itu, ia menambahkan, lambannya bantuan susulan terhadap proses evakuasi, lantaran cuaca di perairan Sumenep yang kurang bersahabat. Dikatakannya, saat ini gelombang di perairan setempat cukup tinggi, tak hanya itu, angin yang sangat kencang juga menambah skla arus semakin beringas, sehingga bantuan untuk proses evakuasi lamban.

“Sebanyak 58 orang sisanya masih di atas kapal untuk menunggu evakuasi. Basarnas mengerahkan KN SAR Laksmana milik Kantor SAR Banjarmasin dan KN Cundamani milik KSOP Surabaya dalam pelayaran menuju lokasi guna mengevakuasi 58 orang,” imbuhnya.

Sementara itu, Zainul warga Masalembu membenarkan bahwa KM Dharma Ferry VII sedang melintas di perairan Masalembu yang membawa penumpang jurusan Kalimantan-Surabaya.

“Kebetulan teman saya ikut penumpang di atas kapal yang hendak evakuasi,” katanya. (ara/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *