Curhat ke Gubernur, Kadinkes Keluhkan Keterlibatan Nakes pada Vaksinasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MEMASTIKAN: Gubernur Jatim Khofifah Indera Parawansa bersama Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron melihat langsung proses vaksinasi di Bangkalan, Senin (8/2/2021).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Sebanyak 348 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas dalam vaksinasi di Bangkalan, disebut belum mencukupi dan tidak cukup efektif. Dari jumlah tersebut, mereka dibagi jadi tiga bagian. Antara lain 121 nakes jadi vaksinator, 49 nakes jadi petugas screening dan 178 petugas lainnya terlibat dalam vaksinasi.

“Jumlah ini sangat tidak efektif atau kurang untuk pelaksanaan vaksinasi pada masyarakat umum,” kata Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo yang disampaikan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa saat mengunjungi Bangkalan, Senin (8/2/2021).

Bacaan Lainnya

Oleh sebab itu, dia meminta tambahan vaksinator dan disesuaikan dengan sasaran yang akan divaksin. Selain itu, dia meminta kepada gubernur agar bisa menambah faskes lokasi vaksinasi. Sebab, sejauh ini di Bangkalan hanya ada 27 faskes yang diperbolehkan melakukan kegiatan itu.

“Sehingga jika hanya tetap 27 faskes itu tidak cukup untuk vaksinasi kepada masyarakat. Untuk itu target kami bisa menambahnya lagi,” ungkapnya.

Yoyok juga meminta pada gubernur Jatim agar instansinya bisa fokus untuk pelaksanaan vaksinasi saja. Bukan sebagai tempat pendaftaran vaksinasi juga. Dia berharap, agar melibatkan lembaga-lembaga lain untuk proses pendaftarannya.

Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa ke Bangkalan untuk memastikan proses vaksinasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan dan Puskesmas Bangkalan berjalan sesuai rencana, Senin (8/2/2021).

Khofifah juga mengakui, vaksinasi di daerah memang mengalami keterlambatan, yakni dilakukan pada 28 Januari 2021, karena menyesuaikan dengan datangnya vaksin.

Berdasarkan hasil kunjungannya itu, vaksinasi di Bangkalan masih 85 persen. Dia berharap, vaksinasi bisa segera dilaksanakan secara menyeluruh. Sebelum vaksin tahap kedua, dia meminta agar vaksin tahap pertama dituntaskan dalam dua hari ini.

“Karena tanggal 11 harus ada vaksin kedua untuk nakes yang sudah melakukan vaksin tahap pertama,” jelasnya.

Setelah vaksinasi tahap kedua, Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga diharuskan segera mempersiapkan vaksinasi untuk umum. Sedangkan persiapan dari Pemprov Jatim, vaksin disediakan sesuai dengan data yang masuk dan peruntukkannya.

“Juga sesuai dengan titik distribusinya,” jawabnya.

Dia hanya mengikuti mekanisme yang sudah disiapkan perencanaannya, mulai dari pemerintah pusat, provinsi dan kota atau kabupaten. Pihaknya juga saat ini masih melakukan evaluasi capaian vaksinasi di Jawa Timur.

“Maka Bangkalan ini seharusnya tanggal 10 bisa melakukan vaksinasi tahap kedua. Karena sudah ada 19 kabupaten atau kota selesai,” pungkasnya. (ina/waw) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *