oleh

Curhat Orang Madura Jelang Penerapan PSBB di Makassar

Kabarmadura.id-Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb telah mengeluarkan surat edaran (SE) penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Makassar. Penerapan tersebut bakal diberlakukan sejak 24 April hingga 7 Mei. Kini sedang masa percobaan sejak Selasa-Kamis (21-23/4/2020).

Ketua K-Conk Mania Makassar Abdul Gofur yang sedang bekerja sebagai tukang cukur di Makassar melihat, masih banyak yang melanggar dari percobaan PSSB di Kota Makassar.

“Kayaknya masih banyak yang melanggar, saya lihat tadi. Di Makassar masih ramai jalan-jalannya, toko-toko juga masih banyak yang buka. Padahal, ada yang dilihat tidak sesuai dengan surat edarannya,” ceritanya kepada Kabar Madura, Selasa (21/4/2020) pagi.

Di samping itu, pria kelahiran 18 Mei 1991 ini menceritakan, dalam penerapan PSBB boncengan sudah dilarang, kecuali satu kawasan di Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tak ayal, ojek online juga dilarang mengangkut orang, hanya bisa untuk barang. Berbeda dengan transportasi mobil yang juga diberikan pembatasan.

Selain aturan tersebut, tukang cukur asal Kabupaten Bangkalan itu mengkhawatirkan usaha pangkas rambutnya. Sebab, dalam surat edaran itu, pangkas rambut tidak termasuk dalam yang diizinkan.

“Orang pakai motor harus dengan KTP yang sama, tempat tinggal sama. Ojek online tidak bisa. Kalau mobil hanya boleh mengangkut 3 orang saja. Kayaknya sulit juga nanti melihat orang-orang yang kerja di jalanan. Kayaknya pangkas rambut bisa ditutup, soalnya harus kontak dengan orang,” lanjutnya.

Gofur juga menceritakan, saat ini pelanggannya sudah mulai sepi. Uang yang didapatkannya hanya cukup untuk menyambung hidup. Dia tidak bisa membayangkan ketika penerapan PSBB nanti.

Bahkan, dia mengatakan, komunikasi dengan teman-temannya yang sesama dari Pulau Madura mengalami penurunan dari segi penghasilan. Tak ayal, dia dan temannya kerap kali tutup hingga siang, lalu memilih untuk memancing. Walaupun jika ketahuan polisi akan dibubarkan.

Lebih lanjut, Gafur menuturkan, pelanggannya sudah potong rambut sembari menggunakan masker. Hal itu membuatnya kesulitan.

“Kondisi orang Madura di sini, banyak sepi. Yang penting ada pemasukan. Alhamdulillah sudah cukup kalau makan. Cukup makan, masalah simpanan jangan mengharap dulu. Terkadang buka hanya setengah hari, lalu mancing, walaupun kadang dibubarin sama polisi. Sekarang potong rambut pakai masker juga,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed