Curhat Satria Tama yang Selalu Terkenang Ayah

  • Whatsapp
Foto kebersamaan bersama Satria Tama dan sang ayah, Bambang Hardiyanto saat kecil.

Kabarmadura.id-Memori pertandingan antara Madura United kontra Arema FC di Stadion Gelora Madura (SGM) Pamekasan, Sabtu (20/7/2019), menjadi pertandingan yang paling berkesan bagi Satria Tama.  Mantan penjaga gawang Persegres Gresik tersebut pertandingan menjadi pemain paling cengeng dan harus ditenangkan oleh pemain lainnya.

KELUARGA: Satria Tama memperlihatkan foto kebersamaan bersama sang ayah Bambang Hardiyanto saat kecil.

Bahkan, pelatih kipper Kurnia Sandy  harus merelakan dadanya untuk menjadi tempat bersandar Satri Tama menyelesaikan isak tangisnya.  Apa yang dialami Satria Tama, menjadi pusat perhatian mengingat pada pertandingan tersebut, Tama ikut berkontribusi memetik tiga poin. Bahkan, dia mencatatkan clean sheet pertamanya di debut bersama Madura United di kompetisi Shopee Liga 1 2019.

Kondisi tersebut, tidak terlepas dari kiper bernomor punggung 88 itu teringat almarhum ayahnya, Bambang Hardiyanto, yang baru berpulang 22 hari sebelumnya. Tak ayal, jika semua pemain dan official  sontak memuluknya dan suporter memberikan tepukan yang gemuruh di SGM Pamekasan.

Hingga saat ini, kiper Tim Nasional Indonesia U23 itu mengaku masih selalu teringat sosok sang ayah. Sebab, dia  sangat dekat, terutama dalam dunia sepakbola.

Sejak kecil, mantan penjaga gawang Persegre Gresik United ini dilatih oleh ayahnya untuk menjadi kiper handal. Baru, dia masuk sekolah sepakbola. Kala itu, Bambang yang selalu menghantarkannya ke lapangan tempat latihan.

”Jika sekarang saya bisa seperti ini, tentu ada sosok almarhum bapak saya. Beliau yang bersentuhan langsung dan ikut andil dalam skill saya menjadi penjaga gawang sampai sekarang, mulai dilatih bapak, hingga yang menghantarkan saat saya mulai masuk SSB,” cerita Satria.

Kendati demikian, Satria selalu teringat sang ayah saat latihan ataupun pertandingan. Tak ayal, jika dia selalu mendoakan sang ayah dan masih sedih saat terngiang di ingatannya.

Meskipun demikian, kondisi tersebut diakuinya, tidak akn menghambat karirnya. Justru, dia kian semangat untuk membuktikan bakal menjadi kper profesional yang sukses. Dia menyadari, sang ayah masih melihat perjuangannya dan masih bersamanya hingga saat ini.

“Bukan, justru ini jadi motivasi, jadi penyemangat bagi saya untuk terus berusaha menjadi pemain profesional, pemain yang sukses. Bapak, pasti lihat perjuangan dan selalu bersama saya untuk support saya seperti belum berpulang,” pungkasnya. (idy/bri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *