Curhatan Guru di Desa saat Masa Darurat Covid-19

  • Whatsapp

“Maaf bu kemungkinan besok saya gak ikut kelas online”.

Diberlakukannya physical distancing dalam rangka mencegah penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19), salah satunya adalah dilaksanakannya sistem pengajaran jarak jauh melalui media daring. Alhasil, siswa dituntut untuk belanja paket internet agar bisa mengikuti pengajaran dari masing-masing guru.

Bacaan Lainnya

SYAHID MUJTAHIDY, PAMEKASAN

Erna Wahyuni, salah satu guru yang mengajar di sekolah yang lokasinya berada di desa, mengaku nestapa setiap akan melakukan pengajaran secara online. Seringkali, siswanya meminta izin tidak bisa bergabung karena paketan internetnya habis.

Bahkan Erna mengungkapkan, ada siswa yang sampai menjual kambingnya sebagai tabungan untuk kuliahnya nanti, karena gawai yang digunakan sehari-hari tidak mendukung aplikasi pengajaran sekedar untuk mengetik tugas yang diberikan.

“Ada siswa yang biasa mengetik tugas di rental komputer. handphone yang digunakan sehari-hari hanya untuk kepentingan telepon. Sejak adanya kebijakan sekolah jarak jauh, dia cerita pada saya kalau terpaksa harus jual kambingnya,” cerita Erna.

Namun, hal yang paling menyulitkan bagi Erna saat mulai pengajaran, diakui adalah ketika siswanya mengabarkan jika paket internetnya akan habis atau sudah habis, sementara karena tidak sekolah langsung, tidak bisa menyisipkan uang saku untuk beli  paketan internet.

“Apalagi, orang tua siswa saya sebagian besar adalah petani yang kepemilikan uang cash musiman tergantung dari hasil panen atau ternak,” cerita Erna.

Menghadapi situasi curhatan siswanya, Erna mengaku dilematis. Di sisi lain, siswa sangat ingin ikut dalam pengajaran, namun karena tidak ada paket internet, terpaksa harus izin.

“Ada siswa yang cerita, kalau ada tempat yang bisa akses wifi gratis. Tetapi, karena dalam situasi saat ini, tempat yang menyediakan wifi tersebut akhirnya tidak diaktifkan, karena menjadi tempat berkumpulnya banyak orang,” pungkas Erna.

Erna kemudian menunjukkan salah satu tangkapan layar dari perbincangan dirinya dengan siswanya yang diperbolehkan untuk dipublikasi. “Assalamualaikum bu. Maaf bu kemungkinan besok saya gak ikut kls online soalnya tidak ada paket,” tulis siswanya.

“iyehlah (iya dah). Alasan paling se tak bisa ngelak untuk tidak mengiyakan, api nanti kalau sudah ada paket, langsung kerjakan ya (Alasan yang tidak bisa ditolak dan tidak mungkin untuk tidak menerima. Tapi nanti kalau sudah ada paket langsung kerjakan ya),” jawab Erna.

Meski siswa mengirimkan emotion senyum, jelas Erna, nyatanya siswa tersebut menyampaikan keluhannya karena kehilangan kesempatan untuk belajar online. (bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *