oleh

Curhatan Munifah Istri Korban Tenggelamnya KM Berhasil II

KABARMADURA.ID – Sekitar seminggu yang lalu, Senin (15/2/2021), kapal nelayan asal Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, bernama KM Berhasil II, tenggelam, yang sampai saat ini menyisakan satu korban yang tidak ada kepastian kabarnya.

MOH RAZIN, SUMENEP

Insiden yang menimpa keluarga Munifah itu menjadi luka dan duka bagi keluarganya. Sejak kejadian itu suaminya tidak ada kabar sampai hari ini. Sehingga dia berharap ada keajaiban agar sang suami bisa kembali lagi.

“Setidaknya ada kabar seperti korban-korban yang lain. Sampai saat ini kami sekeluarga dihantui rasa getar-getir,” katanya. Minggu (21/2/2021).

Sejauh ini keluarganya tidak menggelar ritual apapun, misalnya seperti tahlilan. Karena masih yakin sang suami masih selamat. Walau memang sampai saat ini tidak ada kabar yang jelas.

Dia berharap berbagai pihak dapat membantu menemukan suaminya, baik dari unsur pemerintah dan stakeholder yang bertugas untuk menangani orang hilang di laut saat bekerja sebagai nelayan.

“Pokoknya kami menunggu kepastian kabar, ada yang bilang kecantol jaring dan ikut kapal tenggelam. Makanya kalau bisa segera mungkin diangkat kapalnya, barangkali dugaan itu benar,” imbuhnya.

Salah satu korban yang selamat Mulyadi sedikit mengingat insiden tersebut. Suami Munifah sudah diminta berkali-kali segera melompat sebelum kapal itu benar-benar tenggelam. Tapi permintaan tersebut tak dihiraukan olehnya.

Mul, panggilan akrabnya, melanjutkan cerita, di saat yang lain sudah mengapung dengan bantuan jerigen, termasuk dirinya, sementara suami Munifah masih sibuk mengemasi barang-barangnya. Besar dugaannya bahwa kemungkinan terseret kapal ke dalam, sehingga sampai saat ini tidak ada kabarnya.

“Kan dia bawa barang atau tempat makannya, kabarnya di tempat itu tersimpan uangnya, mungkin masih mau mengamankan itu dulu, nah setelah dia sudah tidak terpantau lagi oleh saya,” tutur pria yang sama-sama berangkat dari Desa Karduluk Kecamatan Pragaan itu.

Berdasarkan informasi sebelumnya, perahu milik H Syaiful Hidayat, dikabarkan membawa 19 penumpang dengan rincian satu orang sebagai kapten, satu wakil kapten, sementara 17 lainnya adalah ABK (anak buah kapal).

Insiden nahas tersebut diduga karena cuaca buruk. Perahu atau kapal dihantam ombak kemudian terbalik. Seluruh korban dinyatakan selamat kecuali suami Munifah. (mam)

Komentar

News Feed