oleh

Curigai Ada Pungli di Pasar Ganding, Gaki Desak Dewan Turun Langsung ke Lapangan

Kabarmadura.id/Sumenep-Terkuaknya kasus pungli di Pasar Lenteng juga diduga juga terjadi di Pasar Ganding Sumenep. Hal itu disampaikan oleh aktivis  Gugus Anti Korupsi Indonesia (Gaki) Jawa Timur di Kantor Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Kamis (2/7/2020).

Seperti diketahui, di Pasar Lenteng terjadi operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN) sebagai motor aksi pungli terhadap para pedagang.

Ketua Gaki Jatim Farid Azzayadi menyampikan kepada Komisi ll DPRD Sumenep dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) beberapa tuntutan untuk ditindaklanjuti dugaan kasus serupa di Pasar Ganding.

Termasuk amburadulnya pengaturan kios kepada pedagang juga ditengarai ada permainan. Sehingga dia meminta Komisi ll turun langsung guna melihat permasalahan mendasar di masyarakat.

“Sidaknya serius, jangan sidak-sidakan. Karena tidak hanya itu kasus yang terjadi di Pasar Ganding, termasuk salah satu gedung ternyata dipihakketigakan, yang ujung-ujungnya minta uang ke pedagang, dengan istilah uang terimakasih dan istilah lainnya,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Menanggapi persoalan itu, Kepala Disperindag Sumenep Agus Dwi Saputra tidak menampik adanya dugaan yang sama dengan yang terjadi di Pasar Lenteng, karena memang untuk memastikan petugas pasar pihaknya tidak bisa menjamin bisa bekerja dengan baik. Sehingga bisa saja kejadian serupa terjadi di Pasar Ganding.

Tetapi terkait data jumlah pedagang, pihaknya mencatat ada sekitar 225 pedagang yang berjualan di Pasar Ganding. Tetapi sementara untuk mengupayakan permasalahan kios-kios pihaknya akan kembali mendata ulang.

“Selama kita kurang baik bekerja, pastinya ada deviasi-deviasi yang tidak baik. Tetapi kami tidak mengintervensi dan itu merupakan kelemahan di pengawasan kami. Ya buktikan jika ada persoalan yang janggal pasti selalu diproses,” tanggapnya.

Sementara itu Ketua Komisi ll DPRD Sumenep Zubaidi mengatakan, untuk meminimalisir persoalan-persoalan yang terjadi di berapa pasar di Sumenep pihaknya minta Disperindag kembali mendata para pedagang, dan memastikan tidak ada lagi kasus pungli.

“Harus ada evaluasi dengan seluruh penanggung jawab pasar, baik per setengah bulan, perbulan. Artinya mereka harus diubah pola pikirnya, sehingga tidak ada pungli-pungli lagi,” paparnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed