D. Zawawi Imron: Ketika Murid Mengencingi Gurunya

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN – Ketika seorang murid mabuk informasi, rasa ingin tahunya mengalahkan rasa ingin belajarnya. Ini akan berdampak pada abainya terhadap hati nurani. Muaranya, dia berpotensi hanya kerap mengutamakan kesenangan dirinya.

Begitulah penegasan Penyair KH D. Zawawi Imron yang menjawab pertanyaan Ketua Pemuda Muhammadiyah Pamekasan Hudan Nasihin, dalam Sarasehan Pendidikan & Kewirausahaan “Membangun Manusia Indonesia” di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Ahad (22/5/2022).

Seorang pendidik, tegas Kiai Zawawi Imron, harus memberi contoh. Akhlakul karimah tak cukup dikomunikasikan, tak cukup diajarkan. Tapi, harus mewujud teladan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Rasulullah tidak menyuruh orang lain berbuat baik, tapi melakukannya terlebih dahulu. Inilah yang dimaksud uswah hasanah.

Keteladanan para pemimpin dari tingkat desa hingga nasional, bagi Kiai Zawawi wajib menjadi uswah hasanah. Pemimpin harus memberikan contoh yang baik.

Seorang pendidik yang memberikan contoh baik kepada anak-didiknya, tambah Penyair Celurit Emas itu, sudah pasti dia akan ditempatkan di posisi yang mulia oleh Allah Swt.

Sekarang sangat dibutuhkan pendidik atau pemimpin yang menghindari kata-kata maupun perilaku kotor.

“Ketika ada guru maupun pemimpin yang memberikan contoh kurang baik, maka pepatah “ketika guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, tapi akan berubah “ketika guru kencing berdiri, maka murid akan mengencingi guru”,” terangnya.

Di era modern, bagi Kiai Zawawi, keteladanan tidak akan pernah terhapus. Sejak Nabi Adam hingga saat ini, keteladanan selalu dibutuhkan oleh umat.

Reporter: A6

Redaktur: Hairul Anam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.