oleh

D. Zawawi: Kita yang Butuh Gelar Pahlawan

KAQBARMADURA.ID, BANGKALAN-Kendati gelar pahlawan sudah mendapat lampu hijau dari Menteri Sosial Tri Rismaharini,pengajuan gelar kepahlawanan untuk Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan masih ada kendala.

Kendala yang dimaksud adalah belum rampungnya sketsa atau foto alisSyaikhona Muhammad Kholil. Saat ini, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) masih menunggu persetujuan dzurriyah atau pihak kelurga keturunannya.

Ketua Tim Kajian Akademik Lajnah Thurrots Ilmi Dr Muhaimin menyampaikan, proses finalisasi sketsa dan foto asli Syaikhona Muhammad Kholil belum selesai. Sebab, masih dalam tahap pematangan dan persetujuan dari dzurriyah keluarga beliau.

“Kami masih menunggu persetujuan dzurriyah, kemungkinan bisa selesai dan diajukan minggu ini,” terangnya.

Selain foto dan sketsa, keterangan ahli warits juga harus disediakan. Mengenai informasi dukungan dari MenteriSosial, Muhaimin mengaku sangat senang dan justru  memiliki kesempatan lebih besar.

“Saya masih akan terus komunikasikan, dan tentunya dengan bantuan bebeeapa elemen untuk tetap mengetahui perkembangannya.

Proses tersebut masih dalam kajian di Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Bahkan jika nanti berhasil, maka juga harus meminta persetujuan san rekomendasi gubernur Jawa Timur. Setelah itu baru diajukan ke Dewan Gelar untuk dipresentasikan.

“Semoga saja semua tahapannya berjalan lancar, sehingga bisa segera mendapat kepastian,” paparnya.

Sementara budayawan Madura, D. Zawawi Imron, juga meneguhkan bahwa upaya pengajuan gelar kepahlawanan tersebut nyatanya bukan suatu kebutuhan yang penting bagi Syaikhona Muhammad Kholil. Sebab, tanpa menjadi pahlawan pun namanya sudah menggelegar di maysrakat.

“Yang butuh gelar itu adalah kita, agar nanti kita bisa menjelaskan dan menurunkan cerita-cerita itu kepada anak cucu kita di masa yang akan datang,” ulasnya.

Penulis puisi Celurit Emas itu juga meyakinkan bahwa pengajuan gelar kepahlawanan itu bisa maksimal karena didorong oleh pemerintah daerah. Apalagi kedua muridnya sudah lebih dulu mendapatkan gelar kepahlawanan dari gurunya.

“Saya yakin dan optimis ini bisa berhasil, sisanya hanya tinggal doa dan keinginan masyarakatnya,” pungkasnya. (km59/waw)

Komentar

News Feed