oleh

DAB Wadahi Anak “Speak Up” Soal Kekerasan

KABARMADURA.ID,BANGKALAN-Sejak tahun 2011 lalu, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan menaungi Dewan Anak Bangkalan (DAB) atau disebut Forum Anak Bangkalan. Forum tersebut merupakan wadah partisipasi bagi anak-anak di Kabupaten Bangkalan

DAB  telah melalui 5 kali pergantian kepengurusan, di mana saat ini Syagafa Mufarridan sebagai Ketua DAB periode 2019-2021. Jumlah pengurus DAB juga semakin banyak, yakni 18 orang dan anggota sebanyak 20 orang. Selama 9 tahun, DAB aktif berperan dalam upaya pemenuhan hak dan partisipasi anak di Kabupaten Bangkalan.

“Ada banyak kegiatan dan program yang telah kami laksanakan. Salah satunya yaitu, sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan ke sekolah-sekolah yang ada di Bangkalan,” kata siswi SMKN 3 Bangkalan itu, Minggu (28/2/2021).

Dia menjelaskan, kegiatan itu merupakan kegiatan wajib setiap pergantian kepengurusan. Saat ini, DAB terus berupaya mempelopori terbentuknya Dewan Anak lainnya di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan di Kabupaten Bangkalan. “Saat ini dapat dibuktikan dengan proses pembentukan Forum Anak di 4 kecamatan yang sedang berjalan di Kabupaten Bangkalan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, adanya Forum Anak di setiap kota telah diatur oleh Menteri Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yang kemudian ditegaskan dalam pasal 10 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Adanya Forum Anak di Bangkalan juga sebagai indikator pendukung terciptanya Kota Layak Anak (KLA) di Bangkalan,” imbuhnya.

Selanjutnya dia menuturkan, forum tersebut bukan hanya sebagai wadah keluhan dari anak. Tapi aspirasi dan pendapat anak-anak di kabupaten Bangkalan juga. Dengan adanya DAB, dia berharap, anak lebih berani untuk berbicara tentang tindakan kekerasan yang pernah dialaminya maupun yang ada di sekitarnya.

“Di sini kami juga mendukung dan mendorong anak-anak Bangkalan agar dapat menjadi pelopor dan pelapor terkait tindakan kekerasan anak,” tegasnya.

Agar anak merasa aman bercerita, anggota DAB disesuaikan dengan batasan usia anak yaitu di bawah 18 tahun. “Sedangkan, untuk kepengurusan Forum Anak kami sendiri terhitung dari usia 14-17 tahun mulai dari SMP hingga tingkat SMA,” terang siswi kelas 12 jurusan Farmasi itu.

Dia menjelaskan, berbagai macam kegiatan positif untuk anak dari anak juga sering dilakukannya. Seperti, pelaksanaan sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Bangkalan tahun 2019.

Dia menyampaikan, perwakilan dari Forum Anak Bangkalan menjadi salah satu dari pembicara yang mengungkapkan pemikirannya tentang kekerasan anak yang terjadi di Kabupaten Bangkalan.

“Kami juga ada kegiatan pelaksanaan kegiatan Amaenan, 28 Sept 2019. Amaenan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional di era revolusi industri 4.0. Dalam kegiatan ini, kami mengajak bermain siswa-siswi kelas 4 hingga 6 SDN Socah 3 Bangkalan dengan permainan tradisional,” pungkasnya. (ina/maf)

 

Komentar

News Feed