oleh

DAK Pendidikan Sumenep Terserap Maksimal ke Setiap Sekolah

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dalam rangka memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, terlebih dalam meningkatkan kualitasnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep memaksimalkan penggunaan dana alokasi khusus (DAK) pembangunan fisik dan nonfisik rata di setiap kecamatan di Kota Keris ini.

Kepala Disdik Sumenep Carto menjelaskan, anggaran sebesar Rp6.019.877.000 yang bersumber dari DAK tahun 2020, memang khusus untuk peningkatan mutu pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta.

“Dalam prosesnya memang seperti biasa, yaitu dikerjakan secara kontraktual, namun untuk menjamin kualitasnya, tentu ada monitoring dari kami,” kayaknya, Selasa (17/11/2020).

Sementara dari anggaran tersebut, realisasinya sudah 100 persen, dan untuk progresnya tinggal menunggu sekolah dalam menuntaskan kewajibannya, apalagi lembaga yang bersangkutan atau menerima bantuan tersebut, juga menjadi penentu selesainya pembangunan fisik misalnya.

Dana yang cukup besar itu, khusus untuk peningkatan SMP yang hampir di setiap kecamatan tersasar, baik di daratan maupun kepulauan, meliputi swasta dan negeri yang kondisinya layak dikembangkan.

“Di setiap kecamatan ada, sebab untuk memberikan perhatian terhadap lembaga pendidikan secara rata, sehingga dari bantuan tersebut secara otomatis lembaga bisa membantu mewujudkan keinginan pemerintah untuk kemajuan pendidikan terlebih di Sumenep,” imbuhnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdik Sumenep Edy Suprayitno secara teknis mengatakan, dalam memberikan pengawasan, pihaknya aktif melakukan pemantauan untuk memastikan keberadaan pembangunan tersebut.

Sebab, meski sudah ada laporan pengerjaan, bukan lantas pihaknya tidak berkewajiban untuk memastikan jalanya pengerjaan pembangunan baik fisik maupun pengadaan penunjang pendidikan lainnya.

“Bukan lantas karena kami tidak percaya, tetapi sebagai wujud memberikan contoh bahwa kami tidak hanya berada dalam ruangan tapi juga terjun ke lapangan untuk memberikan semangat,” paparnya.

Secara detail dia menyebutkan, terdapat 12 lembaga SMP swasta, 6 negeri, dan untuk pengadaan 12 lembaga. Pengadaan tersebut meliputi alat kesenian (gamelan), alat-alat komputer, media pendidikan, buku koleksi perpustakaan dan yang lainnya.

“Kami sangat berharap bantuan tersebut menjadi pecutan semangat kepada lembaga dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumenep,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed