Dalam Penataan, Pengelola KIHT Pamekasan Tidak Dikucur Anggaran

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BELUM MAKSIMAL: Koperasi DES yang diproyeksikan mengelola KIHT Pamekasan belum dikucur anggaran.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah memasrahkan pengelolaan kawasan industri hasil tembakau (KIHT) kepada Koperasi Daun Emas Sejahtera (DES).

Namun pada tahun 2022, tidak ada anggaran yang dikucurkan secara khusus untuk menopang keberadaannya. Ditambah lagi, para anggotanya  belum melakukan pertemuan secara khusus untuk membahas pengelolaan KIHT di tahun ini.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifuddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Agus Wijaya, pemilihan  Koperasi DES untuk mengelola KIHT berdasarkan hasil pertimbangan atas kunjungan ke beberapa daerah yang sudah berjalan KIHT-nya.

Bacaan Lainnya

Akhirnya di Pamekasan diputuskan meniru berbagai pengelolaan yang sudah dijalankan. Karen KIHT diciptakan untuk memudahkan para pemilik perusahaan rokok ilegal mendapatkan akses perizinannya.

“Koperasi KIHT itu masih dalam penataan, mulai dari pemasaran, utamanya pemasaran yang di luar Pamekasan, jika hanya di Pamekasan saja, masih terjangkau,”Paparnya, Kamis (10/2/2022).

Belum dibahasnya pola penggarapan oleh pihak koperasi, karena masih menata berbagai kesiapan.

Nantinya, DES dikonsentrasikan  mengelola empat  perusahaan rokok (PR) yang saat ini sudah menempati KIHT yang berada di Desa Larangan Badung, Pamekasan.

“Kalau anggota dari koperasi kebanyakan dari PR, dari dinas ada. Kami memang belum melakukan rapat intern, insyaallah kami akan mengadakan pertama di bulan Maret,”ulasnya.

Selain itu, tahun ini, pengelolaan KIHT belum mendapatkan dukungan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan. Sehingga untuk dana yang tersedia, murni dari iuran anggota dengan jumlah kurang lebih Rp20 juta.

“Untuk sementara Koperasi DES difokuskan kepada KIHT terlebih dahulu, jika sudah sukses, nanti baru direncanakan untuk mengelola yang lainnya,”ujarnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif   

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.