oleh

Dalam Setahun, Angka Penganguran di Sampang Turun 0,7 Persen

Kabarmadura.id/SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dituntut bekerja lebih maksimal dalam menyediakan lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran. Pasalnya dalam satu tahun terakhir, pengangguran di daerah yang berjuluk Kota Bahari itu hanya turun 0,7 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang mencatat, pada tahun 2017 silam, penduduk usia produktif di Kota Bahari yang menganggur sebanyak 2,48 persen dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 477.731 jiwa. Sedangkan pada tahun 2018 angka pengangguran sebesar 2,41 persen dari jumlah angkatan kerja 472.634 orang.

Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial BPS Sampang Nor Amin Setiawan memaparkan, pengangguran dihitung dari jumlah angkatan kerja yang berusia 15 tahun ke atas, tidak dari jumlah total penduduk. Faktor yang mempengaruhi turun dan tidaknya jumlah pengangguran di daerah disebabkan ketersedian lapangan pekerjaan dan kesempatan bekerja, baik di sektor industri dan nonindustri.

”Setahun, angka pengangguran turun sekitar 0,7 persen. Itu karena banyak pekerja yang terserap di sektor pertanian, sedangkan pekerja yang terserap di sektor industri atau badan usaha cenderung stagnan,” paparnya, kemarin (10/4).

Manurut Amin, beberapa tahun terakhir penurunan angka pengangguran di Sampang tergantung kondisi cuaca. Jika cuaca tergolong bagus, maka banyak pekerja yang terserap di sektor pertanian. Selain itu, ditentukan oleh stabilitas harga produksi pertanian, khususnya tembakau dan juga garam. Karena mayoritas penduduk sampang ada di sektor pertanian.

”Selama ini, penurunan angka pengangguran masih ditentukan oleh faktor cuaca dan harga produksi pertanian, karena jumlah industri dan badan usaha sangat minim, sehingga tidak bisa menyerap banyak tenaga kerja,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Agus Sumarso menegaskan, tingginya angka pengangguran karena ketersedian lapangan kerja sangat minim. Setiap tahun badan usaha dan perusahaan yang beroperasi di wilayah itu hanya menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang sangat sedikit, sehingga banyak angkatan kerja yang tidak tertampung.

”Rata-rata badan usaha dan perusahaan di Sampang setiap tahun hanya bisa menyerap tenaga kerja sekitar 750 jiwa, sementara angkatan kerja terus meningkat,”ungkapnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, angkatan kerja beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan yang signifikan. Itu karena banyaknya lulusan SMA/SMK atau sederajat yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Sedangkan kesempatan dan peluang kerja relatif sangat sedikit, karena mayoritas badan usaha dan perusahaan yang beroperasi di sampang berskala kecil.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab jumlah badan usaha yang beroperasi di berbagai wilayah di Kabupaten Sampang hanya berjumlah 140 perusahaan. Sedangkan total tenaga kerja yang terserap kurang lebih hanya 1.130 orang.

”Kami sebatas menfaslitasi angkatan kerja mendapatkan informasi lowongan pekerjaan, baik di Kabupaten Sampang ataupun di luar daerah melalui job fair dan sebagainya. Pemkab juga terus galakkan pelatihan kerja dengan harapan para angkatan kerja bisa mendirikan usaha secara mandiri,”tukasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed