Dampak Corona, Pedagang Pasar Ki Lemah Duwur Keluhkan Sepinya Pengunjung

  • Whatsapp
SEPI: Pasar tradisional Ki Lemah Duwur Bangkalan sepi pengunjung.

Kabarmadura.id/Baangkalan-Dampak pandemi virus corona atau covid-19 dirasakan oleh pedagang pasar tradisional Ki Lemah Duwur Bangkalan. Mewabahnya virus tersebut membuat pasar tersebut menjadi sepi pengunjung.

Salah seorang pedagang pasar tersebut, Siti Maysaroh mengatakan, adanya wabah virus corona membuat pasar lebih sepi di banding harihari biasanya.

“Sekarang pengunjung pasar berkurang. Biasanya kalau hari libur seperti ini banyak yang berdatangan silih berganti,” ungkap penjual sepatu tersebut, Minggu (22/3/2020).

Sepinya pengunjung berdampak terhadap pendapatan pedagang. Dalam setiap harinya, ia mengaku pendapatan kotor dari menjual sepatu mencapai Rp2 juta, apalagi hari Minggu bisa mencapai Rp3 juta. Namun, setelah ada covid-19, penghasilan dalam setiap harinya malah turun drastis.

“Kalau hari libur seperti ini kadang mendapatkan 3 juta mas. Namun, setelah setelah ada virus corona sudah jam 12 siang ini masih mendapatkan Rp500 ribu,” keluhnya.

Sementara itu, Rusdi (45), penjual sayur dan bumbu juga mengaku pengunjung semakin sepi di banding hari-hari sebelumnya.

“Sekarang, ibu rumah tangga kalau beli itu cukup satu kali saja. Tidak seperti biasannya, sebab sekali beli itu banyak sekali, sehingga di hari berikutnya sepi,” ungkapnya.

Ia menceritakan, banyak teman sesama penjual sayur mengeluh, sebab pengunjung mulai berkurang tidak seperti biasanya. Walaupun ada yang beli terkadang 1 atau dua orang. Itu pun diborong sama ibu ibu yang berjualan keliling.

“Untung ada ibu-ibu yang berjualan keliling. Jika tidak ada ibu penjual keliling tersebut siapa lagi  yang mau membeli barang dagangan saya,” keluhnya.

Selain itu dirinya dikagetkan dengan adanya informasi pasar akan ditutup untuk sementara sebab akan di semprot dengan disinfektan.

“Dengan adanya informas penutupan pasar justru menjadikan para pedagang lebih mengeluh. Dibuka saja penghasilan minim, apalagi ditutup. Mau mendapatkan penghasilan dari mana,” ungkapnya

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Bangkalan, Roosli Suliriyono menegaskan, pemerintah tidak akan menutup pasar, akan tetapi hanya dilakukan penyemprotan disinfektan.

“Semua pasar se-kabupaten Bangkalan sementara msh berjalan seperti biasanya sebelum ada intruksi dari pimpinan tidak akan ditutup,” tegasnya. (sae/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *