Dampak Covid-19, Muncul Ragam Batasan Pelayanan di Sumenep

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Sumenep-Dalam menyikapi pandemi virus Corona atau Covid-19, sejumlah pelayanan umum mempunyai teknis tersendiri, sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap dilakukan meskipun dengan opsi yang berada-beda.
Layanan tersebut meliputi Pengadilan Negeri dan Agama Sumenep, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas llB Sumanep, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Anwar, dan pesantren-pesantren yang berada di ujung timur Pulau Madura.
Direktur RSUD Moh Anwar Sumanep dr. Erliyati menyampaikan, untuk mengantisipasi pandemi, berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, rumah sakit tidak memberikan izin atau membatasi pembesukan.
“Hanya dua orang keluarga dengan kalung khusus, itu pun juga dilakukan pemeriksaan di sini. Sehingga, jika sudah dinyatakan bersih, maka diizinkan untuk mendampingi pasien di sini, sudah imbauan itu katanya,” Senin (30/3).
pihaknya memastikan untuk meminimalisasi pandemi Covid-19 untuk rumah sakit tetap dilakukan pengawasan dan evaluasi, sehingga tetap aman untuk Sumenep ini.
Berbeda dengan pelayanan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep yang memang tetap melayani seperti jam biasanya. Artinya, meskipun mewabahnya Covid-19 masih menjalar, jam kerja dilaksanakan seperti hari-hari biasanya.
Termasuk aktivitas sidang yang memang sudah terjadwal akan tetap dilakukan, termasuk tetap menerima pendaftaran atau pengaduan sidang, sehingga aktivitas tetap berlanjut.
“Tetap dilaksanakan rutinitas seperti biasa, jam kerja tetap dari jam tujuh tiga puluh sampai jam empat, kegiatan tetap seperti biasanya pokonya, tetapi untuk antisipasi tetap dilakukan seperti tempat basuh tangan tetap disediakan, termasuk posisi duduknya tetap jaga jarak," ucap Harsono Staf Umum Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” ungkapnya.
Hal berbeda juga yang dilakukan dengan sistem pelayanan di Pengadilan Agama Sumenep; ada pemangkasan jam kerja, dari 9:30 WIB sampai jam 3.00 WIB. Sementara untuk antisipasi dengan para peserta sidang sama seperti yang dilakukan di PN. Tetapi hanya melayani pendaftaran secara online saja.
Sehingga jika terpaksa ada yang mendaftar atau datang langsung ke kantor maka hal itu untu sementara waktu, sampai keadaan Covid-19 ini sudah mulai normal kembali, maka tidak akan dilayani.
“Duduknya itu harus satu meter jaraknya, tetapi memang untuk cek suhu itu masih belum ada di sini, tetapi tetap akan diupayakan, sama juga dengan PN sama-sama tidak punya masih,” ungkap Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Sumenep M. Arifin.
Sementara Humas Rutan Kelas llB Sumanep Febianto menyampaikan, meskipun para narapidana mempunyai hak kunjungan maka untuk sementara waktu hanya difasilitasi video call (vidcall) saja untuk sementara waktu.
“Kiriman tetap, tapi disterilkan dulu oleh penjaga,” paparnya.
Sementara untuk pendidikan madrasah terlebih pesantren, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Mohammad Tawil juga menyampaikan imbauan agar pesantren tidak sekadar meliburkan sekolah saja, termasuk pondoknya juga. Tetapi untuk kebijakan meliburkan atau dipulangkan ke rumah masing-masing, tidak ada penekanan.
“Semuanya tergantung pada kebijakan pengasuhnya kalau pondok, tetapi kami sudah mengimbau juga agar diliburkan juga, karena memang juga ada imbauan dari kementerian agama untuk dilangsungkan di rumahnya masing-masing,” paparnya.
Kegiatan siswa selama di rumah, menurut Tawil, adalah dengan memaksimalkan tugas-tugas. Artinya, beberapa poin pembelajaran yang harus disampaikan, maka juga ditargetkan selesai meskipun siswa tidak melangsungkan KBM di sekolah atau madrasah.
“Misalnya siswa diberikan PR dari bab sekian ke bab sekian, sehingga secara tidak langsung kegiatan belajar tetap berlangsung dan guru tetap harus selalu mempunyai konsep, selama kurang lebih empat belas hari,” pungkasnya. (ara/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *