oleh

Dampak Kebakaran, RSUD Bangkalan Istirahatkan Sejumlah Poli

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kebakaran yang terjadi di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh (Syamrabu) Bangkalan, Senin (6/1/2019), sempat menggangu aktivitas layanan sejumlah poli.

Kebakaran rumah sakit di Jalan Pemuda Kaffa, Bangkalan itu, sementara dicurigai karena korsleting listrik di lantai 2 gedung utama. Beruntung, tidak berlangsung lama, kebakaran bisa teratasi setelah sejumlah petugas rumah sakit langsung berupaya memadamkan api.

Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan dr. Nunuk Kristiani mengatakan, untuk sementara waktu, pelayanan yang menggunakan listrik masih terganggu, seperti poli mata poli gigi dan poli rehab. Beberapa poli itu diistirahatkan dan aliran listriknya dialihkan, karena arus listrik dari lantai satu ke lantai 4 hangus terbakar

Usai api dipadamkan, pihak rumah sakit juga langsung menghubungi PLN untuk proses perbaikan. Kendati begitu, dampak kebakaran tidak meluas ke seluruh ruang rumah sakit, sehingga beberapa poli yang lain seperti poli bedah dan lain sebagainya masih terus beraktivitas.

Pelayanan kesehatan itu akan kembali normal setelah aliran listrik di titik kebakaran diperbaiki.

Sedangkan mengenai penyebab kebakarannya, saat ini sedang ditangani Polres Bangkalan. Kendati sudah tertangani dan tidak berdampak luas, namun Polres Bangkalan akan tetap menyelidiki dengan mendatangkan tim Labotorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, sesuai dengan SOP, pihaknya tetap mendatangkan dari tim labfor dari Kepolisian Daerah (Polda) Jatim untuk menyelidiki TKP dan sejauh mana penyebab kebakaran RSUD.

“Kami tidak bisa berandai-andai apa yang menjadi penyebab kebakaran,” ujarnya, Senin (6/1/2020).

Sementara itu, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron usai meninjau lokasi mengatakan, meskipun sudah teratasi, namun harys tetap diketahui penyebabnya. Sehingga pihaknya memasrahkan penyelidikan ke kepolisian. Setidaknya,  menunggu dari uji labfor dari Polda Jatim.

“Semoga ke depannya musibah seperti ini tidak terjadi kembali, karena di RSUD Syamrabu ini memang ada pelatihan husus penanggulangan, sperti terjadi kebakaran, paling tidak pegawai mengetahui dan bisa mengatasi kebakaran seperti apa,” ungkapnya.

Sedangkan Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nurhasan menyatakan, kejadian tersebut harus bisa dijadikan sebagai pelajaran. Kendati begitu, pelayanan terhadap pasien harus tetap berjalan.

Namun, imbuh Nurhasan, saat melayani pasien dalam kondisi bencana, rumah sakit harus tetap menegedepankan keselamatan tenaga kerja, segaimana ditetapkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Sistem Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja.

“Jangan sampai pelayanan rumah sakit terhadap pasien terhenti akibat kebakaran, pemerintah dan jajaran manajemen harus melakukan terobosan agar penanganan terhadap pasien tetap berjalan, jangan sampai pasien yang kritis mengalami trauma dan mengakibatkan fatal,” tutupnya. (km50/waw)

Komentar

News Feed