Dampak Overload TPA di Bangkalan Merembet ke Kota

  • Whatsapp
JOROK: Sampah berceceran hingga memakan bahu Jalan KH. Moh. Kholil, Bangkalan, Selasa (8/10/2019).

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Beberapa hari terakhir, Kota Bangkalan banyak sampah yang menumpuk dan berceceran hingga memakan bahu jalan. Pemandangan yang mengganggu pengguna jalan tersebut, juga dapat menimbulkan penyakit, karena banyaknya lalat.

Saat dikonfirmasi ke Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan Hadari, diakui bahwa sampah di kota memang belum diangkut. Pasalnya, truk pengangkut sampah masih digunakan untuk menampung sampah sebelumnya.

Alasan lainnya, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Bangkalan, tidak bisa lagi menampung sampah berlebih, atau overload. Sementara, semua alat angkut sampah ke TPA (dumptruck dan amrol truck) sebanyak 10 unit, dijadikan alat tampung sementara.

“Sehingga belum bisa beroperasi, sekali lagi mohon maaf kepada seluruh masyarakat kota atas ketidaknyamanan ini,” tuturnya, Selasa (8/10).

Overloadnya TPA yang berada di Desa Buluh, Kecamatan Socah ini, kata Hadari, karena sarana pemerata sampah lagi bermasalah dan masih dalam masa perbaikan. Sedangkan sampah yang masih berserakan di pinggir jalan, dipastikan selesai dan bisa diangkut Selasa sore (8/10/2019).

“Sore hari ini (kemarin) dipastikan semua sampah kota terangkut ke TPA,” janjinya.

Perbaikan akibat dusaknya alat pemerata sampah tersebut, diprediksi selama 3 hari. Sebab, suku cadangnya yang tidak tersedia di pasaran. Sehingga dirinya membuat alternatif dengan semua armada angkutan dijadikan tandon sampah dan menyebabkan tidak beroperasi.

“Alternatif hari ini kami memamfaatkan douser pihak ketiga didatangkan ke TPA, insya Allah hari ini armada dumptruck dan amrol truck segera operasi kembali untuk mengangkut sampah dari titik-titik tempat pembuangan sementara (TPS) dan kontiner-kontiner, terutama dari Kota Bangkalan,” paparnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Effendi mendesak agar DLH segera merealisasikan TPA baru yang selama 5 tahun ini mandek. Menurutnya, soal kendala pembebasan lahan dan dokumen amdal untuk pembuatan TPA baru tersebut, harus segera ada solusi dari DLH.

“Kami sudah hearing dengan DLH, kami sudah mendorong kepada DLH untuk segera mengambil tindakan, memang untuk saat ini kita memberi masukan supaya ada langkah-langkah strategis untuk segera mengambil tindakan,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menyayangkan adanya permasalahan sampah yang tidak terangkut dan TPA overload. Pasalnya, semua sarana ada anggaran untuk perawatan. Sedangkan anggaran tersebut, bisa digunakan dan tidak harus menunggu rusak terlebih dahulu.

“Setiap dinas termasuk DLH itu ada anggaran pemeliharaan rutin termasuk servis-servis, jadi harapannya itu bisa digunakan untuk pengecekan tanpa harus menunggu rusak dulu,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *