Dampak Wabah Covid-19, Target PAD Sampang Ikut Dipangkas Rp35 M

  • Whatsapp
(KM/Ilustrasi)

Kabarmadura.id/Sampang-Meski hingga kini Kabupaten Sampang menjadi satu-satunya daerah di Jawa Timur yang masih manyandang status zona hijau sebaran wabah Covid-19, namun bukan berarti daerah berjuluk Kota Bahari itu tidak ikut berdampak wabah tersebut. Pasalnya anggaran sejumlah program dan kegiatan sudah dipangkas atau direalokasikan pada pencegahan penanganan wabah Covid-19 tersebut. Bahkan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020, juga tidak luput dari sasaran pengurangan, lantaran semakin berkurangnya potensi pemasukan pajak dan retribusi.

Kapala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang Saryono mengungkapkan, pemangkasan anggaran itu tidak hanya  untuk program dan kegiatan saja, tetapi target PAD tidak luput dari pengurangan, karena potensi penerimaan di tengah wabah Covid-19 jug semakin berkurang, sehingga harus dilakukan upaya penyesuaian dengan menurunkan target.

Bacaan Lainnya

“Awalnya terget PAD Sampang tahun 2020 sebesar Rp198 miliar, tapi dengan adanya wabah Covid-19 ini, maka target ini dikurangi sekitar Rp35 miliar, jadi sekarang hanya tersisa Rp163 miliar,” ucap Saryono, Senin (27/4/2020).

Dia menjelaskan, untuk usaha atau perusahaan yang tidak sampai atau tidak dapat memenuhi surat tanda setor sesuai ketentuan yang berlaku, maka perusahaan tetap diberi keringanan untuk membayar pajak. Dengan demikian, target pendapatan daerah juga perlu menyesuaikan dengan cara menurunkan target tersebut.

Lanjut dia, kendati target sudah diturunkan, pihaknya mengaku tidak bisa memastikan, bahwa sepanjang tahun 2020 dapat memenuhi target PAD tersebut. Karena hingga saat ini masih dalam proses. Namun, pihaknya berjanji dan berkomitmen akan terus melakukan upaya penarikan secara maksimal, sehingga terget tersebut dapat terpenuhi.

“Tetapi yang terpenting saat ini kami tetap berusaha semaksimal mungkin bisa memenuhi target PAD ini,” terangnya.

Untuk diketahui, target PAD Sampang 2020 awalnya Rp198.956.511.965,00. PAD tersebut terdiri dari beberapa jenis pendapatan. Pertama pajak daerah Rp28.920.835.000, kedua retribusi daerah Rp23.592.065.500, dan ketiga diperoleh dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp23.316.000.000, serta lain-lain PAD yang sah Rp123.127.611.465. Namun akibat wabah covid-19 ini, target PAD dikurangi menjadi Rp163 miliar. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *