DANA ABADI PESANTREN Rp100 TRILIUN

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID –Islam di Indonesia sangat lekat dengan kehidupan pesantren. Pesantren sekaligus menjadi jejak historis pergulatan keislaman dan keindonesiaan. Tidak ada pertempuran 10 November 1945 tanpa ada Resolusi Jihad yang di fatwakan oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari. Pendek kata, pesantren yang dibidani para kiai, ikut mengarsiteki bangunan Republik Indonesia sejak awal.

Meskipun begitu besar kontribusi pesantren terhadap republik, namun kiai dan pesantren tidak minta pamrih. Setelah sekian lama pemerintahan bergonta ganti, baru pada 22 Oktober 2015, Presiden Joko Widodo yang juga kader dan didukung penuh PDI Perjuangan, menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Empat tahun kemudian, pada 24 September 2019, DPR dan pemerintah menyepakati pengesahan Undang Undang Tentang Pesantren, dan diundangkan dalam lembaran negara menjadi Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019.

Undang undang pesantren ini bentuk afirmasi dan fasilitasi negara terhadap jasa besar kiai dan pesantren, sekaligus melindungi pesantren dari berbagai pengaruh ideologi transasional yang mewajahkan Islam tidak rahmatan lil alamin.

Sejak disahkannya Undang Undang Tentang Pesantren, di Badan Anggaran, saya mendorong pemerintah mengalokasikan dana abadi untuk pesantren hingga Rp100 triliun hingga tahun 2030.

Alhamdulillah, Presiden Joko Widodo pada 2 September 2021 lalu mengeluarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perjuangan saya dan kawan kawan di Badan Anggaran DPR telah disambut oleh presiden.

Perpres Nomor 82 Tahun 2021 mengatur dan menjamin adanya dana abadi pesantren yang merupakan bagian dari dana abadi pendidikan yang dikhususkan untuk mengembangkan dan memberdayakan pesantren.

Perjuangan tiada henti !!!

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *