oleh

Dana Bantuan Operasional SD Melorot

Kabarmadura.id/SAMPANG-Dana operasional sekolah (BOS) untuk jenjang sekolah dasar (SD) di Sampang, mengalami penurunan dari tahun sebeluamnaya. Alasannya, jumah siswa penerima BOS tahun ini berkurang. Sebab, penentuan besaran bantuan itu berdasarkan jumlah siswa penerima di semua lembaga pendidikan. Dibanding tahun lalu, dana BOS tahun ini berkurang sekitar Rp2 miliar.

Data Disdik Sampang menunjukkan, pada tahun 2018, dana BOS jenjang SD sebesar Rp59.433.600.000. Setiap siswa dianggarkan Rp800.000, total siswa penerima sebanyak 74.292 siswa. Sedangkan tahun ini  dana BOS jenjang SD senilai Rp57.788.800.000 dengan jumlah siswa penerima 72.236 orang.

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Kelembagaan Peserta Didik dan Pembiayaan Sekolah Dasar Disdik Sampang Abd. Rahman mengatakan, pengurangan bantuan tersebut tidak berpengaruh terhadap kelangsungan operasional di sejumalah lembaga di wilayah itu.

“Berkurangnya BOS tahun ini tidak berdampak apapun, karena memang jumlah siswa penerima yang berkurang, sedangkan pagu bantuan tetap, setiap siswa dianggarkan Rp800 ribu, yang dicairkan per triwulan,”kelitanya.

Untuk mencairkan dana BOS tersebut, setiap sekolah harus merampungkan surat pertanggungjawaban (SPj) atas pencairan dana sebelumnya, menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA) selama satu preode tahun ajaran berjalan.

Untuk itu, Rahman menegaskan, semua lembaga penerima bantuan itu, berhak merealisasikan dan menbelanjakan dana itu sesuai dengan juknis yang ada. Yakni, sebanyak 20 persen dari total anggaran BOS di masing-masing lembaga SD dapat dibelanjakan untuk pengadaan buku teks utama, sesuai kurikulum 2013 (K-13) dan sebagainya.

“Kami harap semua SD penerima BOS ini dapat memanfaatkan dana dengan semaksimal mungkin, sehingga kualitas pendidikan di Sampang menjadi lebih baik,” tukas Rahman. (sub/waw)

Komentar

News Feed