oleh

Dana Belanja Darah Rp2,3 Miliar Dinilai Tidak Rasional

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sejumlah kejanggalan pengelolaan keuangan di internal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Zyn Sampang dinilai perlu diusut. Manajemen rumah sakit tersebut dinilai main-main dalam pengelolaan anggaran.

Alasannya, penganggaran belanja darah sebesar Rp2,3 miliar tidak rasional. Terlebih, tertutupnya rumah sakit soal perincian anggaran.

Hal itu disampaikan salah satu aktivis pemuda di Sampang, Habisono kepada Kabar Madura. Dikatakan, penganggaran yang tidak transparan terkesan ada permainan.

“Bisa saja anggaran jadi bancakan di internal rumah sakit,” katanya.

Menurutnya, penganggaran belanja darah perlu diselidiki. Alasan kecurigaannya karena peruntukannya tidak jelas. Sebab, selama ini, semua pasien di rumah sakit harus membeli darah ke Palang Merah Indonesia (PMI). Pembelian darah juga tidak tercakup dalam BPJS, KIS dan sejumlah program lainnya.

Menurutnya, penganggaran itu terkesan mengada-ada. Apalagi di rencana kerja dan anggaran (RAK) khusus badan layanan umum daerah (BLUD), tidak ditemukan belanja darah. Sementara ada pengadaan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Sampang.

“Saya memang tidak tahu banyak soal medis dan kebutuhannya. Tapi soal belanja darah sepertinya tidak rasional. Harus jelas darah itu untuk apa,” tukasnya.

Di situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Sampang, anggaran pengadaan darah di RSUD dr. Moh. Zyn tercatat sebesar Rp2.300.000.000. Jadwal kontrak dan penyedia dimulai sejak bulan Januari 2021.

Anggaran itu hanya khusus pengadaan dan belanja terhitung sejak Jauari 2021 sampai dengan Desember 2021. Sementara RSUD dr. Moh. Zyn berstatus BLUD yang sudah mandiri soal pengelolaan APBD 2021.

Selain itu, terungkap bahwa di Komisi IV dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sampang tidak pernah ada pembahasan belanja darah. Bahkan, setelah diperiksa di RKA BLUD, tidak ditemukan nomenklatur belanja darah.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Moh. Zyn Sampang, Titin Hamidah belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi.

“Ke rumah sakit saja Mas,” katanya. Namun, saat berusaha didatangi ke tempat kerjanya tidak bisa ditemui.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi mengaku tidak percaya adanya anggaran itu. Namun, pihaknya meolak berkomentar lebih banyak. “Belanja darah? Rumah sakit mana? Langsung ke bu Titin (direktur RSUD dr. Moh. Zyn Sampang) karena BLUD,” katanya. (man/waw)

 

 

 

 

Komentar

News Feed