Dana BOS Banyak Terkuras di Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIPERHATIKAN: Mayoritas anggaran BOS masih dibelanjakan untuk penanggulangan wabah Covid-19.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Belum efektifnya pelaksanaan belajar mengajar di sekolah, berpengaruh pada belanja bantuan operasional sekolah (BOS). Sebab, mayoritas anggarannya dibelanjakan untuk penanggulangan wabah Covid-19.

Sebagaimana disampaikan oleh Kasubbag Pembantuan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Tri Fatanah,dua tahun ini memang belanja BOS berbeda dengan tahun sebelumnya.Yang mestinya secara teknis dikerahkan untuk peningkatan pembelajaran, saat ini mayoritas difokuskan pada masalah kesehatan atau dampak Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Untuk saat ini, memang dunia pendidikan benar-benar teruji, misalnya dana BOS masih difokuskan pada penanganan Covid-19 di sekolah-sekolah,” katanya.

Apalagi, sejak awal tahun 2020, program pembelajaran di sekolah dilaksanakan dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal itu dinilai tidak efektif, sehingga pendanaannya juga dipusatkan pada pencegahan.

Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik),penerima BOS di bawah naungan Disdik Sumenep sekitar 47 ribu siswa. Sebanyak 20.416 siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang rata-rata per siswa menerima Rp1.100.000 setiap tahun. Sedangkan SD sekitar 27.319 ribu orang dan rata-rata menerima Rp900 ribu per siswa setiap tahun.

“Kalau laporannya harus sesuai dengan pembelanjaan, apalagi jika tidak ada laporan atau lambat, maka akan berdampak pada proses pencarian selanjutnya,” imbuhnya.

Kendati demikian, dia berharap agar sekolah tetap memaksimalkan fungsi atau kegunaan dari BOS.Sebab, meskipun seperti itu, juga harus disisipkan untuk pengembangan pendidikan, misalnya pengadaan sarana.

Sementara itu, Anggota Komisi lV DPRD Sumenep Samiuddin menyampaikan, program bantuan yang diberikan pemerintah juga perlu pendampingan secara serius, misalnya dengan memantau langsung ke setiap lembaga.

“Selain ada laporan, sesekali dikroscek langsung, dan sambil lalu melihat seperti apa kondisi pendidikan di bawah, perkembangan dan yang lainnya perlu juga diperhatikan bersama-sama,” paparnya. (ara/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *