oleh

Dana Channeling Ditiadakan, Pelaku UMKM Sulit Dapat Bantuan

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dana Channeling di tahun 2021 Ditiadakan. Sehingga, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak mendapatkan bantuan simpan pinjam. Padahal, bantuan finansial berpengaruh terhadap tumbuh kembangya usaha seseorang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep Berta Suetejo menerangkan, tidak satupun koperasi dan usaha mikro yang meminjam dana untuk kepentingan usaha. Sebab, saat ini tidak ada dana simpan pinjam melalui channeling. “Saat ini tidak ada dana channeling,” katanya, Minggu (21/2/2021).

Dia beralasan, diadakannya dana channeling, sebab para pengusaha yang meminjam tidak melunasi. Sehingga, diharapkan melunasi sebelum adanya dana channeling. “Hingga saat ini yang pinjam belum melunasi. Makanya, masih belum ada program lagi mengenai itu,” paparnya.

Dijelaskan, pada tahun 2016 simpan pinjam dari channeling senilai Rp20 miliar, kerja sama dengan perbankan. Tetapi, hingga saat ini tidak ada lagi. “Jika ada lagi, akan diinfokan,”ujarnya.

Diketahui, dana channeling tersebut dikerjasamakan dengan salah satu bank milik BUMD Pemprov Jatim. Masyarakat yang hendak meminjam modal bisa mengajukan ke perbankan  tersebut. “Jadi, memang sangat mudah untuk mengurusnya, tetapi, untuk mengembalikan sangat sulit,” tandasnya.

Dia menambahkan, saat ini hanya fokus pada kegiatan pembinaan. Para pengusaha digodok untuk melakukan pengelolaan uang dengan baik. pembinaan tersebut sifatnya memberikan penjelasan. Dengan begitu, koperasi atau para pengusaha mikro dapat mengetahui sistem pengelolaan dana koperasi. “Kami hanya fokus pembinaan, sementara, untuk memberikan bantuan tidak ada,” ucapnya.

Sebelumnya Berta menjelaskan, dirinya mengumpulkan sejumlah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) untuk dilakukan pembinaan terkait regulasi tentang perkoperasian. KSP dan USP yang dikumpulkan tersebut  terindikasi belum menjalankan asas dan prinsip koperasi sebagaimana yang diatur dalam UU Koperasi Nomor 25/1992.

“Diharapkan dengan adanya pembinaan mengenai materi koperasi yang baik dan benar, usaha-usaha yang berkedok koperasi tapi pelaksanaanya tidak seperti koperasi itu bisa kembali menjadi koperasi yang sesuai yang diamanatkan undang-undang,” tukasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha, Suryono mengatakan, dirinya sangat mengharapkan bantuan yang bersumber dari dana channeling. Dengan demikian, bisa menambah modal dan mudah mengembangkan usahanya. “Modal kami hanya sedikit yaitu Rp10 juta, jika meminjam dari dana channeling, maka  akan ada harapan untuk berkembang,” pungkasnya. (imd/maf)

 

 

 

Komentar

News Feed