Dana Covid-19 di Sumenep Terserap 23,5 M

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SIBUK: Pegawai Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep sedang merekap serapan dana Covid-19 yang masih minim, Senin (13/09/2021)

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Serapan dana Covid-19 di Sumenep sangat minim. Hal itu tercatat dari total anggaran Rp90.000.000.000,00 saat ini hanya terserap Rp23.541.905.218,00 atau 26,16 persen. Minimnya serapan dana Covid-19 tersebut karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rudi Yuyianto melalui Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Akuntansi Belanja Muhlis Hariyanto mengatakan, dana Covid-19 masih belum terserap secara keseluruhan. Minimnya penggunaan anggaran karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD. Sehingga dalam menggunakan anggaran itu harus berdasarkan tujuan dan aturan yang ada.

“Serapan dana Covid-19 saat ini masih minim,” katanya, Senin (13/09/2021).

Muhlis menambahkan, anggaran paling banyak yakni RSUD Sumenep dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. Sebab, OPD tersebut merupakan ladang untuk pembiayaan kesehatan serta kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan lainnya.

“Serapan tersebut minim karena OPD masih belum mengambil dana tersebut lantaran belum dibutuhkan,” ucap dia.

Dia menegaskan, dana Covid-19 ada lima penggunaan di antaranya, pertama untuk penanganan Covid-19 Rp52.221.833.673 terealisasi Rp10.428.010.110 atau terserap 19,97 persen, kedua untuk dukungan vaksinasi senilai Rp2.304.825.000 terserap Rp36.525.000 atau 1,58 persen. Rinciannya yakni untuk dukungan operasional untuk pelaksanaan vaksinasi, pemantauan dan penanggulangan dampak kesehatan ikutan pasca vaksinasi, distribusi, pengamanan, penyediaan tempat penyimpanan vaksin dan untuk insentif tenaga kesehatan daerah dalam rangka pelaksanaan vaksinasi.

“Ketiga dukungan pada kelurahan dalam rangka penanganan Covid-19 senilai Rp400.000.000 terealisasi Rp115.747.000,” ujarnya.

Dia menambahkan, selanjutnya untuk insentif tenaga kesehatan penanganan Covid-19 senilai Rp10.160.773.006 terealisasi Rp4.658.087.000. Anggaran itu digunakan untuk dokter spesialis, dokter umum dan dokter gigi, bidan dan perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.

“Kelima untuk belanja kesehatan lainnya dan kegiatan prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat Rp24.912.568.261 terealisasi Rp8.303.526.654,” tukas dia.

Diketahui, penggunaan anggaran terhimpun dalam 20 OPD. Misalnya, Dinkes, DLH dan OPD lainnya (seperti di grafik)

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin menegaskan, anggaran khusus Covid-19 wajib tepat sesaran. Anggaran yang cukup fantastis itu diharapkan ada rincian dalam setiap pengeluaran keuangan di masing-masing OPD.

“Harus detail penggunaan anggaran Covid-19 agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ucap singkat politisi PKB itu.

LAPORAN PENCEGAHAN DAN/ATAU PENANGANAN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) TAHUN ANGGARAN 2021

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP

 

No.

 

Program/Kegiatan

 

ANGGARAN

 

REALISASI

Penyerapan

(%)

1 2 4 6 7 = 5/3
1 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA 1.203.926.720,00 400.845.511,00 33,29%
2 DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 99.969.120,00 0,00 0,00%
3 BPBD 611.181.200,00 35.609.037,00 5,83%
4 DINAS SOSIAL 17.017.201.137,00 200.892.000,00 1,18%
5 BKPSDM 182.995.904,00 46.585.604,00 25,46%
6 DINAS KESEHATAN 40.755.955.447,00 14.722.253.948,00 36,12%
7 RSUD H. MOH ANWAR 17.322.544.072,00 6.175.690.604,00 35,65%
8 DLH 44.926.400,00 7.850.000,00 17,47%
9 DINAS PERHUBUNGAN 191.100.000,00 0,00 0,00%
10 KELURAHAN KEPANJIN 99.998.400,00 48.000.000,00 48,00%
11 KELURAHAN PAJAGALAN 98.702.800,00 0,00 0,00%
12 KELURAHAN BANGSELOK 101.300.400,00 19.747.000,00 19,49%
13 KELURAHAN KARANGDUAK 99.998.400,00 48.000.000,00 48,00%
14 DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO 2.801.193.575,00 835.267.240,00 29,82%
15 DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 1.551.356.246,00 3.094.000,00 0,20%
16 DINAS PARIWISATA, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA 2.999.999.790,00 688.215.100,00 22,94%
17 DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PETERNAKAN 2.936.907.403,00 182.074.304,00 6,20%
18 DINAS PERIKANAN 1.503.078.024,00 0,00 0,00%
19 BPPKAD 203.012.500,00 0,00 0,00%
20 DINAS TENAGA KERJA 174.652.462,00 127.780.870,00 73,16%
  Subtotal 90.000.000.000,00 23.541.905.218,00 26,16%

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *