Dana Hibah Budidaya Ikan di Kabupaten Sampang Direalokasikan ke Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
(KM.DOKUMEN) TERANCAM: Kelompok budidaya ikan terancam mogok produksi.

Kabarmadura.id/Sampang-Sebanyak 55 Kelompok budidaya ikan yang berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Sampang, terancam gagal produksi. Pasalnya, program bantuan dana hibah yang diberikan kepada kelompok budidaya ikan tersebut ditiadakan setelah direalokasikan ke penanganan Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya DKPP Sampang M. Mahfud mengatakan, bantuan dana hibah yang diberikan ke 55 kelompok budidaya ikan ditiadakan, hal itu merupakan dampak dari wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Selain itu dia menyampaikan, besaran dana hibah yang diberikan ke 55 kelompok budidaya ikan tersebut sebesar Rp33 juta setiap kelompok. Adapun, anggaran tersebut bersumber dari DAU dan DAK, yang saat ini direalokasi ke penanganan Covid-19.

“Jumlah anggaran tersebut sebesar Rp2,2 miliar dan dibibagi ke 55 kelompok,” ungkapnya, Senin (27/4/2020).

Dirinya mengungkapkan, kondisi kelompok yang menerima bantuan hibah sebelumnya tidak bermasalah, karena sebelum bantuan dana hibah tersebut dihapus, program itu hanya dipangkas. Namun karena wabah Covid-19 ini masih panjang dan proses penanganannya membutuhkan anggaran banyak, maka program bantuan dana hibah untuk budidaya ikan tersebut dihapus.

“Waktu program itu dipangkas, sempat menginformasikan ke kelompok budidaya, alhamdulillah tidak bermasalah. Namun saat bantuan tersebut ditiadakan, kami belum menginformasikan,” pungkasnya. (mal/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *