Dana Hibah DKP Belum Jelas, Legislatif Tekan Ada Alternatif Lain Menunjang Pelestarian Seni Budaya

News17 views

KABAR MADURA | Dana hibah untuk Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) hingga kini masih belum ada kepastian dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Akibatnya, berpengaruh terhadap kegiatan pelestarian seni dan budaya di Pamekasan.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi menilai tahun ini memang ada keterbatasan anggaran di daerah, sehingga ada pembatasan-pembatasan dalam realisasi dana hibah. Kendati demikian, menurutnya, tidak adanya hibah bukan menjadi alasan dalam membatasi kegiatan pelestarian seni budaya.

Dia menegaskan, pihak yang bersangkutan harus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam merumuskan alternatif lain agar kegiatan pelestarian seni budaya tetap optimal, seperti memanfaatkan dana tambahan dari provinsi ataupun dari pusat.

Baca Juga:  Dinkes Pamekasan Janji Evaluasi Fasilitas Penunjang Disabilitas

“Tidak semuanya membutuhkan dana yang banyak. Jadi harus ada alternatifnya. Tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, hingga mendapatkan hibah tambahan dari provinsi atau pusat,” paparnya, Kamis (16/5/2024).

Sementara itu, Ketua DKP Widya Pratopo mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui apakah tahun ini akan mendapatkan dana hibah itu atau tidak. Dia menyebut, belum jelasnya dana hibah itu secara tidak langsung berpengaruh terhadap agenda rutinitas tahunannya. Seperti bazaraya budaya dan giat pasemoan remona Madhura, serta kegiatan pelestarian budaya lainnya. Namun, meskipun demikian, pihaknya tetap mengupayakan agenda itu bisa terlaksana melalui sponsor pihak ketiga.

Baca Juga:  Standarisasi Mainan Anak di Sampang Minim Peminat

“Biasanya di Juli atau Agustus, tapi ini masih wacana tergantung rekanan yang bisa mensponsori kegiatan bazaraya budaya. Saat ini, masyarakat juga sudah bisa mengunjungi Galeri Rupa sekalian sudah bisa lelang karya. Kami juga menyediakan angkringan,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada 2023 lalu, DKP kecipratan dana hibah sebesar Rp50 juta. Anggaran itu digunakan untuk menunjang pelestarian kegiatan seni budaya di Pamekasan.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *