Dana Minim, Tim Gagal Bawa Pulang Karya Syaikhona Kholil dari Belanda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MUHAIMIN: Ketua Tim Penelitian dan Pengajuan Gelar Pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Karya tangan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan gagal dibawa pulang. Karya tulis tersebut masih disimpan di salah satu museum di Belanda. Gagalnya membawa pulang karya tulis ulama besar itu lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum mampu merealisasikan keinginan tim peneliti.

Ketua Tim Peneliti Pengajuan Gelar Pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Muhaimin, menyampaikan bahwa saat awal mula pengajuan, pemkab sudah memberikan dukungan sepenuhnya, baik upaya seminar dan juga menjanjikan akan berupaya menarik karya beliau yang berada di luar negeri.

Bacaan Lainnya

“Saya mengakui keinginan dan dorongan pemerintah sangat terasa,” katanya.

Selain di Belanda, kata Muhaimin, karya tulis tangan Syaikhona Muhammad Kholil berada di beberapa negara lainnya. Salah satu yang terbesar adalah di museum kuno Belanda. Karya-karya tersebut sebelumnya direncanakan akan dibawa kembali ke Bangkalan.

Sebab, dengan memulangkan karya-karya itu, dapat mempermudah dan memperkuat pengajuan gelar pahlawan untuk Syaikhona Kholil yang sudah disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos). Selain itu, sangat dinantikan oleh dzurriiyah keluarga dan masyarakat Bangkalan.

“Karya langsung ini nilainya tinggi, makanya keinginan untuk membawa pulang ini sangat diharapkan,” paparnya yang juga menerangkan bahwa untuk memulangkan karya tulis itu butuh anggaran besar dan prosedur administrasi antar negara.

“Selain biayanya tinggi, prosedurnya juga sulit,” ulasnya.

Sedangkan Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan bahwa upaya pemulangan karya tersebut sudah dilakukan. Selain negara yang bersangkutan juga mempertahankan karya tersebut, mereka juga memang memiliki prosedur ketat untuk melindungi karya sejarah yang mereka dapatkan.

“Tidak hanya soal anggaran, tapi memang negara yang bersangkutan sulit dikoordinasikan,” ungkap bupati yang biasa disapa Ra Latif ini. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *