Dana Penanganan Covid-19 di Sumenep Masih Banyak Ngendap di Kas Daerah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI)

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dana Covid-19 yang dianggarkan tahun 2021, sebagian masih mengendap di kas daerah (kasda) Sumenep. Khususnya alokasi dana belanja tidak terduga (BTT), dari Rp36,9 miliar, yang mengendap masih Rp34,8 miliar.

Yang dicairkan hanya sekitar Rp2 miliar. Rinciannya, Rp856 juta untuk penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar (MA) Sumenep dan Rp1,2 miliar untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Kalau sudah ada pengajuan akan kami cairkan sesuai kebutuhan,” kata Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rudi Yuyianto melalui Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Anggaran Ach. Gazali Putra, Minggu (13/6/2021).

Dari anggaran Covid-19 tahun 2021 senilai Rp90 miliar, belum semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan pencairan.

Anggaran tersebut bersumber dari BTT senilai Rp36,9 miliar dan dari SIPD senilai Rp53 miliar. Pencairan dana yang bersumber dari SIPD dipasrahkan pada masing-masing OPD.

Sebagian yang masih mengendap di kasda adalah anggaran khusus untuk bantuan langsung tunai. Dana yang dialokasikan untuk Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep tersebut, totalnya senilai Rp32,2 miliar. Termasuk dana untuk penanganan Covid-19 di kelurahan dan program bantuan usaha di Diskop dan UKM Sumenep.

Bahkan dana penanganan Covid-19 di Dinkes Sumenep senilai Rp1,8 miliar dan anggaran dukungan vaksinasi senilai Rp368 juta juga belum dicairkan.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari meminta agar penggunaan anggarannya harus transparan. Jika programnya sudah dibutuhkan, OPD juga diminta segera mencairkan dan pencairannya tidak dipersulit. Menurutnya, dana Covid-19 lebih bagus jika langsung dicairkan OPD masing-masing dan tanpa pengajuan.

“Berikan pada OPD, tidak ada alasan apapun untuk tidak dikeluarkan. Jika sudah selesai, dimintai Lpj serta jika ada sisa ataupun kurang anggaran, segera dilporkan juga,” ucap Juhari. (imd/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *