oleh

Dana Pengembangan IKM Capai Rp1,4 Miliar

Kabarmadura.id/SAMPANG – Sepanjang tahun 2019, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang menganggarkan pengembangkan industri kecil menengah (IKM) di wilayah itu sebesar Rp1,4 miliar. Dana tersebut diperuntukkan untuk berbagai kegiatan yang bertujuan mengembangkan dan memajukan IKM di Kota Bahari. Perinciannya, fasilitasi pegembangan IKM di berbagai wilayah sebesar Rp865.000.000, peningkatan teknologi, desain dan standardisasi IKM senilai Rp500.000.000 dan pembinaan serta pengawasan industri Rp50.000.000.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali mengatakan, upaya mengembangan IKM itu dimulai dari perizinan. Setiap IKM wajib memiliki izin usaha. Itu merupakan persyaratan agar mendapat bantuan dan difasilitasi oleh instansinya.

Menurutnya, jumlah IKM di Sampang yang tersebar di berbagai wilayah mencapai 4.300. Namun baru sekitar 635 IKM yang mengantongi izin usaha. Sedang 3.665 IKM lainnya belum berizin. Adapun produk IKM yang memiliki hak paten baru 22 produk dari total 1.400 produk yang terdiri produk makanan dan minuman (mamin), batik, dan kerajinan tangan.

”Masih banyak IKM yang tidak berizin, maka perlu dilakukan pengembangan secara bertahap. Tahun ini kami sediakan dana Rp1,4 miliar untuk pengembangan IKM, semisal mendorong agar memiliki izin, menyalurkan bantuan sarana prasarana produksi dan sebagainya,” ucap Imam Rizali kepada Kabar Madura, Kamis (9/5).

Ia menjelaskan, penyebab banyaknya IKM di Sampang yang tak berizin itu salah satunya karena tingkat kesadaran pelaku IKM yang relatif rendah. Padahal proses pengurusan izinnya dikliam sangat mudah, terlebih saat ini cukup dilakukan melalui aplikasi OSS (online single  submission), tidak harus datang ke kantor perizinan setempat.

”Kami sudah sering melakukan sosialisasi agar pelaku IKM segera mengurus izin. Hanya saja sebagian tetap bandel dan tidak segera mengurus izin. Akibatnya mayoritas IKM tidak bisa mendapat bantuan dan difaslitasi oleh pemkab,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton meminta pemkab melalui Disperdagprin Sampang untuk memaksimalkan program penataan dan pengembangan IKM, meliputi kegiatan pembinaan rutin dan penyaluran bantuan. Pihaknya berharap dana miliaran itu benar-benar mendorong pertumbuhan dan kemajuan IKM di Kota Bahari, sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat dan lebih sejahtera.

“Kami harap, pembinaan dan bantuan kepada IKM ini dapat meningkatkan semangat para pelaku IKM untuk menghasilkan produk yang berkualitas, nilai jual yang tinggi, dan mampu bersaing dengan produk IKM dari berbagai daerah,” tukasnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed