oleh

Dana Pilkada Khusus Covid-19 Masih Dicicil

Kabarmadura.id/SUMENEP-Setelah menghitung ulang kebutuhan anggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) khusus Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep mengajukan dana senilai Rp21 miliar. Namun, sejauh ini dana tersebut masih cair senilai Rp6 miliar.

Komisioner KPU Sumenep Rofiki Tanzil mengatakan, dana senilai Rp21 miliar yang diajukan tersebut, khusus dialokasikan untuk alat protokol Covid-19.

“Dana tersebut akan dialokasikan untuk alat protokol Covid-19 pada pelaksanaan tahapan hingga waktu melakukan pemilihan,” katanya, Minggu (28/6/2020).

Anggaran yang diajukan melalui KPU Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) itu, kemudian dilanjutkan pada KPU RI, dan dari KPU RI diajukan pada pemerintah pusat.

Diakui, dana senilai Rp6 miliar hanya bisa digunakan untuk alat yang saat ini mendesak. Salah satunya untuk alat pelindung diri (APD) seperti masker dan lainnya dan akan digunakan untuk petugas pecocokan dan penilitian (coklit), data termasuk penggunaan kebutuhan yang mendesak lainnya.

Diungkapkan Tanzil, KPU RI mengajukan Rp4 triliun lebih untuk semua daerah penyelenggara pilkada. Dana tersebut sudah dihitung berdasarkan kebutuhan masing-masing. Dirinya optimis mendapatkan dan tambahan sesuai yang diajukan. Sebab, sudah dihitung sesuai kebutuhan.

“Khusus dana khusus Covid-19 saat ini senilai Rp6 miliar sudah masuk ke rekening KPU Sumenep,” ujarnya.

Selain dana untuk protokol Covid-19, dana pilkada yang dimiliki KPU Sumenep senilai Rp68 miliar, sudah ada penambahaan lagi, sehingga, menjadi Rp71 miliar.

“Semua anggaran khusus pilkada akan diusahakan dapat semua, termasuk penambahan dana baru untuk dana adhoc,” ujarnya.

Saat ini, KPU Sumenep sedang melaksanakan tahapan pemutakhiran data, kemudian dilanjutkan penyusunan daftar pemilih di setiap TPS. (imd/waw)

Komentar

News Feed