Dana Rp14 Miliar BelumCukup Mampu Beli Alat PCR

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KURANG DANA: RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan tidak bisa membeli alat PCR untuk pemeriksaan swab karena terkendala sarana prasarana.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Anggaran besar yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk penanganan wabah Covid-19, belum mampu mewujudkan pembelian alat polymerase chain reaction (PCR). Ketiadaan alat pendeteksi keberadaan Covid-19 di tubuh itu, membuat Pamekasan lambat dalam menentukan pasien terinfeksi Covid-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Nanag Suyanto mengatakan, di kabupaten lain seperti Bangkalan dan Sampang sudah memiliki alat PCR sendiri, sehingga bisa lebih massif melakukan swab test. Bahkan Sampang jugamenerima kiriman spesimen dari kabupaten lain, termasuk Pamekasan.

Bacaan Lainnya

“Karena sarana prasarana yang tidak memadai. Kalau seperti di Sampang kan sudah ada,” ungkapnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dr. Syaiful Hidayat membenarkan hal itu, menurutnya, jika hanya RSU Mohammad Noer yang memiliki alat swab tes cepat molekuler (TCM), tidak akan cukup karena rumah sakit milik provinsi yang mencakup seluruh wilayah Madura, bahkan se Jawa Timur.

Pihaknya membutuhkan iktikad lebih dari pemerintah untuk mendorong bisa memiliki alat PCR. Karena pihaknya harus melakukan pembangunan baru di lingkungan RSUD.Sebab, bangunan laboratorium atau tempat alat PCR itu harus benar-benar steril. Sementara di kabupaten lain, seperti di Sampang, tidak perlu membangun, karena sudah ada laboratoriumnya.

“Sebenarnya beli alat PCR itu hanya sekitar Rp3 miliar, tapi sarana penunjangnya itu yang mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan dr. Farid Anwar menjelaskan, pihaknya tidak bisa memiliki alat PCR karena terkendala anggaran. Sebab meski pihaknya telah dialokasikan dana penanganan Covid-19 sebesar Rp14 miliar, belum cukup, karena tidak hanya alat PCR yang dibutuhkan.

Untuk memiliki alat PCR, menurutnya diperlukan sejumlah faktor penunjang berupa bangunan dan sejumlah sarana prasarana lain yang membutuhkan biaya besar. Sementara untuk melakukan pembangunan baru di lingkungan RSUD, tidak memungkinkan dan akan memakan waktu yang cukup lama.

“Bangun fisik itu lama, apa lagi pertimbangannya di Pamekasan itu sudah ada TCM,”tukasnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *