oleh

Dapat Izin Gubernur, Tiga SMA di Sumenep Uji Coba KBM Tatap Muka

Kabarmadura.id/SUMENEP-Terhitung mulai Selasa 18 Agustus 2020, tiga sekolah tingkat menengah di Sumenep akan diuji coba menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Dari tiga sekolah itu, dari unsur sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan dan  sekolah luar biasa (SLB) atau PKPLK.

Uji coba itu akan dilakukan hingga akhir Agustus 2020, jika tidak ada kendala, maka awal September sudah bisa memulai penerapan pembelajaran tatap muka. Pelaksanaannya tetap berdasarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur (Jatim) Nomor 430/11350.101.1/2020.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, tiga sekolah itu direkomenadasikan untuk diuji coba menerapkan KBM tatap muka di kelas, namun harus memenuhi kelengkapan atribut penangkal Covid-19.

Sekolah itu di antaranya. SMA Negeri 1 Sumenep, SMK Negeri 1 Sumenep, SLB Negeri 1 Saronggi.

“Ini lingkupnya se-Jawa Timur, kalau hasil uji coba sukses tanpa ada kendala, maka akan diberlakukan sistem pembelajaran tatap muka,” ujarnya.

Kendati demikian, model KBM tatap muka tersebut tetap mengikuti ketentuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, yakni, jika berada di zona merah, maka pembelajarannya tidak boleh di sekolah. Jika zona orange, diperkenankan belajar di sekolah secara bergantian, yakni 25 persen belajar di sekolah dan sisanya belajar di rumah, lalu per 25 persen lainnya belajar di sekolah.

Jika masuk zona kuning seperti di Sumenep, 50 persen siswa dapat belajar di sekolah dan 50 persen di rumah secara bergantian.

“Jika zona hijau, maka sudah dapat dilakukan pembelajaran tatap muka 100 persen,” paparnya.

SE tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas tersebut, dilanjutkan surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Nomor 420/50.80/101.1/2020. Kemudian Cabdin Pendidikan Jatim wilayah Sumenep juga menerbitkan SE pada 11 Agustus 2020 Nomor 422.5/826/101.6.31/2020 sebagai tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Pembelajaran tatap muaka terbatas tersebut, dipadukan dengan pembelajaran dari rumah. Kemudian disesuaikan dengan jadwal di masing-masing satuan pendidikan. Setiap harinya, KBM dilaksanakan paling lama 4 jam.

“Selama uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah peserta didik diharapkan membawa perataran ibadah dan makanan sendiri-sendiri,” pungkasnya

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Sumenep Sukarman mengaku telah siap menerapkan uji coba tersebut dan bersyukur sekolah dijadikan percontohan penerapan KBM tatap muka.

“Semoga tahap uji coba menjadi akhir dari segalanya, dalam artian pada awal September sudah dapat diterapkan sistem tatap muka di SMA sedarajat lainnya di Sumenep,” pungkasnya

Diketahui, terdapat 151 SMA di Sumenep, yang berstatus negeri sebanyak 12 sekolah dan swasta ada 71 sekolah. Sedangkan yang berstatus SMK negeri ada 3 sekolah dan SMK swasta ada 60 sekolah, kemudian 1 SLB negeri dan 3 SLB swasta. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed