oleh

Dapat Rp15 Juta, Bantuan untuk Ponpes di Sampang Tidak Disamaratakan

Kabarmadura.id/Sampang-Jumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sampang yang tercatat di Kementerian Agama (Kemenag) setempat sebanyak 366 lembaga. Namun, yang diajukan mendapatkan bantuan Covid-19 hanya 162 lembaga.

Kepala Kemenag Sampang Pardi mengatakan, pengajuan bantuan Covid-19 untuk pesantren itu disesuaikan dengan ketersedian kuota dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan pemerintah pusat. Sehingga tidak bisa semua lembaga diajukan, hanya yang dinilai layak dan memenuhi persyaratan.

Kata dia, dalam menentukan ponpes untuk diajukan mendapatkan bantuan tersebut, dilakukan rangking berdasarkan jumlah santri, hanya menyasar ponpes dengan santri terbanyak disesuaikan dengan ketersedian kuota bantuan Covid-19 untuk daerah yang berjuluk kota Bahari itu.

“Kami hanya mengajukan sesuai kuota yang ada yakni 163 lembaga, tapi yang mendapatkan dan sudah menerima SK 162 lembaga, karena satu ponpes yang diajukan ada tidak tercover, dan untuk nominal bantuannya Rp15 juta per lembaga,” ucap Pardi kepada Kabar Madura, Selasa (15/09/2020).

Dirinya menguraikan, salah satu peruntukan bantuan Covid-19 khusus ponpes itu untuk menunjang proses pembelajaran daring di lingkungan ponpes. Adapun persyaratannya, mengacu pada jumlah santri yang ditentukan berdasarkan rangking, tapi tidak ada ketentuan terkait batasan minimal dan maksimalnya, lembaga ponpes harus sudah terdaftar di Education Management Information System (Emis).

Bantuan Covid-19 untuk pesantren dan lembaga keagamaan itu murni kewenangan pemerintah pusat, daerah tidak dilibatkan dalam proses penentuan penerima, karena kemenag kabupaten/kota hanya sebatas dilibatkan dalam memberikan rekomendasi.

“Untuk SK penerima bantuan ini sudah diserahkan pekan lalu kepada yang bersangkutan, tetapi kalau pencairannya kami tidak tahu, tergantung lembaga dalam melengkapi pemberkasan di bank penyalurnya,” timpalnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris PCNU Sampang Mahrus Zamroni menguraikan, sudah sewajarnya lembaga pesantren mendapatkan bantuan masa Covid-19. Sebab disana merupakan tempat berkumpulnya santri yang butuh penanganan ekstra dalam upaya memproteksi diri dari serangan wabah tersebut.

Bantuan dari pemerintah itu, harus betul-betul dapat digunakan secara maksimal sesuai peruntukannya, semisal memperbanyak fasilitas penunjang penerapan prokes, meliputi tempat cuci tangan, menyediakan masker yang memadai dan semacamnya.

“Kami kira bantuan Covid-19 untuk ponpes ini sangat pas dan benar, tetapi kami tekankan bantuan ini harus betul-betul terealisasi sesuai juklak dan juknis yang ada,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Ra Mahrus itu membeberkan, jika nominal bantuan itu disamaratakan, antara ponpes yang jumlah santrinya lebih banyak dan sedikit, maka dirinya menilai kebijakan itu kurang adil, karena masing-masing ponpes memiliki kuantitas, kapasitas dan kebutuhan yang tidak sama, jadi harus disesuaikan, tidak bisa disamaratakan.

“Jika bantuan untuk pesantren ini disamaratakan tentu kurang elok dan tidak adil, harusnya berdasarkan kebutuhannya,” tukasnya.(sub/mam)

Komentar

News Feed