oleh

Dapodik Terbukti Tidak Akurat, Sekolah di Bangkalan Banyak Terlantar

Kabarmadura.id/Bangkalan-Tidak puas melakukan aksi demonstrasi di Dinas Pendidikan (Disdik) akhir tahun lalu, yakni 30 Desember 2019, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan meluruk kantor Koordinator Wilayah (Korwil) UPT Dinas Pendidikan di Kecamatan Bangkalan, Kamis (2/1/2020).

Di lokasi tersebut, mereka melakukan audiensi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan bersama kepala korwil se-Kecamatan Bangkalan.

Audiensi itu, diklaim merupakan tindak lanjut pengawalan PMII terhadap banyaknya persoalan pendidikan yang terjadi di Bangkalan.

Ketua Umum PC PMII Bangkalan, Arif Qomarudin menyampaikan, Disdik belum bisa mengontrol kondisi di lapangan melalui koorwilnya. Sehingga banhak sekolah yang memanipulasi data pokok pendidikan (dapodik).

“Banyak data yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Efeknya, banyak sekolah yang rusak tapi tidak mendapatkan bantuan perbaikan,” katanya, Kamis (2/1/2020).

Arif juga menyampaikan, banyak sekolah yang masih berkutat di persoalan kesenjangan guru. Sehingga membuat siswa kurang semangat dalam belajar. Dengan kondisi itu, Arif mendesak  Disdik Bangkalan menindak tegas oknum-oknum yang memberikan data tidak benar, agar menjadi perhatian dalam mengisi dapodik.

Arif juga meminta kepada semua korwil untuk meningkatkan kinerjanya dalam  memantau sekolah di masing-masing kecamatan. Jika diperlukan, ada laporan setiap saat kepada Disdik. Dengan begitu, ia berharap ada transparansi dapodik antara sekolah, koorwil dan Disdik .

“Kami minta disdik menindak tegas kepada sekolah yang tidak sesuai aturan, kasihan sekolah yang tidak layak di pakai. Koorwil juga harus lebih optimal dalam memantau sekolah, kalau perlu harus ada laporan setiap bulan dari Koorwil ke Disdik,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan Moh. Yakub mengakui hal tersebut. Menurutnya, saat ini dirinya telah memeriksa adanya  dapodik yang tidak sesuai tersebut. Dari pemeriksaan itu, ditemukan adanya data yang tidak sesuai dengan data yang ada di masing-masing sekolah.

“Saya sudah cek berdasarkan laporan dari temen-temen PMII kemarin di Desa Kranggan Barat, ada ketidaksesuaian data antara kondisi sekolah dengan dapodik yang ada. Namun, akan kami kroscek lagi kenapa ada kesalahan pengisian dapodik tersebut,” terang Yakub yang menjadi perwakilan Disdik dalam audiensi itu.

Dia juga berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut, khususnya manipulasi dapodik.

“Kami akan melakukan pembenahan dalam pengisian dapodik, terutama di operator sekolah,” janjinya.

Selain itu, akan mengaktifkan kembali kepala koorwil . Yakni, koorwil harus terjun langsung ke lapangan dan memeriksa serta melapor ke Disdik. Koorwil juga akan diberdayakan untuk mengawasi di lapangan. Sehingga Disdik tidak hanya menerima  data dapodik begitu saja.

“Untuk koorwil yang kurang aktif ini mungkin kurangnya waktu saja,” tukasnya. (ina/waw)

 

Komentar

News Feed