oleh

Dari 100 Kelompok, Hanya 4 Kelompok Budidaya Ikan yang Dapat Bantuan

Kabarmadura.id/Sampang-Kelompok budidaya ikan di Kabupaten Sampang yang tercatat di Dinas Perikanan sebanyak 100 kelompok. Dari jumlah tersebut dipastikan ada empat kelompok akan mendapatkan bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal itu berdasarkan pengajuan kebutuhan kelompok.

Namun realisasi bantuan tersebut belum dapat dipastikan, karena selain adanya refocusing anggaran dampak dari wabah Covid-19, anggaran DAK ini murni langsung dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Sampang, M. Mahfud melaui Kasinya Maufiroh mengatakan, anggaran tahun ini sudah banyak perubahan, salah satunya dengan adanya wabah Covid-19. Hanya saja, untuk bantuan kelompok budidaya ikan yang mengajukan sesuai kebutuhan tersebut nantinya akan menggunakan dari Dana Analokasi Khusus (DAK).

Sebab, untuk DAK itu akan dikembalikan tetapi tidak semuanya, sehingga berdasarkan dari kelompok budidaya ikan yang mengajukan sesuai kebutuhan hanya ada empat yang akan menerima bantuan.

“Nanti ada refresing dari anggaran DAK, tapi tidak semua, ada sebagian yang sudah ditentukan pusat. Jadi untuk kelompok budidaya ikan hanya ada empat yang akan menerima bantuan,” ungkapnya, Senin (20/7/2020).

Ditambahkan, untuk mendapatkan bantuan tersebut, sebelumnya harus diidentifikasi sama penyuluhnya, terus  setelah itu diverifikasi. Cuma yang dinas perikanan ajukan itu ada empat kelompok.

Adapun untuk anggaran dari DAK ini dari masing-masing kelompok anggarannya Rp35 juta, dan realisasinya sesuai usulan. Yang jelas untuk merealisasikan bantuan itu dilihat dari produktif tidaknya suatu kelompok.

“Kepastiannya nunggu perintah lebih lanjut, karena anggaran DAK ini tahapannya dari pusat, ya sesuai petunjuk pusat langkah-langkahnya nanti,” imbuhnya.

Kendati demikian, jika dilihat dari jumlah kelompok budidaya ikan di Kabupaten Sampang, empat kelompok yang akan menerima bantuan dari DAK tersebut tidak separuhnya, sebab jumlah kelompok di Kota Bahari berjumlah 100. Hanya saja pihaknya tidak bisa memastikan berapa yang masih aktif dan tidak aktif.

“Kelompok budidaya ikan itu dinamis, karena ada yang berhenti disebabkan tidak ada air, tapi biasanya nanti setelah ada air beroperasi lagi. Jadi 100 itu secara keseluruhan,” pungkasnya. (mal/pai)

Komentar

News Feed