oleh

Dari 31 Perusahaan Penyalur CSR di Pamekasan, Hanya 13 Perusahaan Melaporkan Kegiatannya

KABARMADURUA.ID, Pamekasan  – Dari total 31 perusahaan yang tergabung dalam forum corporate social responsibility (CSR), hanya 13 perusahaan yang telah melaporkan kegiatan CSR penanganan Covid-19. Sisanya, 28 perusahaan belum melaporkan dana CSR untuk penanganan virus tersebut.

Staf Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Manusia (SDA) Badan perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan, Reza mengaku sudah mengajukan surat permohonan laporan kepada semua perusahaan anggota forum CSR pada 26 Oktober lalu. Sebab, member limit hingga tanggal 10 November mendatang.

Menurutnya, untuk tahun 2020 ini, sebagian perusahaan melakukan kegiatan CSR sebanyak dua kali. Yakni, kegiatan CSR guna penanganan Covid-19 dan kegiatan CSR tahunan. Untuk perusahaan Badan Umum Milik Negara (BUMN), kegiatan CSR Covid-19 dilaporkan ke provinsi. Namun, untuk CSR tahunan dilaporkan ke Pemkab.

Reza menyebutkan, dari seluruh perusahaan yang tidak menyetorkan laporan kegiatan CSR, sebagian dikarenakan melakukan penutupan kantor cabang lantaran wabah Covid-19.  Masing-masing perusahaan itu, PT. HM. Sampoerna dan PT. United Motort Center. “Yang lain belum mengirim laporan. Meski kami sudah bersurat kepada merekam,” ungkapnya.

Dijelaskan, hampir seluruh perusahaan yang tergabung dalam forum CSR belum melaporkan kegiatan CSR tahunan untuk tahun 2020. Kecuali satu perusahaan yaitu PT. BPRS Bhakti Sumekar. “Jika tidak kunjung melaporkan, maka kami akan mengevaluasi untuk tahun berikutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Ali menghimbau seluruh perusahaan yang berdiri di bumi gerbang salam, untuk mengeluarkan CSR dan melaporkannya secara tertib. Hal itu sebagai upaya, mengetahui kontribusi seluruh perusahaan dalam pembangunan daerah.

“Ini penting. Bahwa mereka secara tidak langsung telah mengeksploitasi sumber daya Kabupaten Pamekasan,” tukasnya. (ali/ito)

 

 

Komentar

News Feed