Dari 477 Formasi Hanya 76 Kuota Rekrutmen CPNS di Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHNAN) KETAT: Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) Sampang tahun ini hanya puluhan kuota, mayoritas rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Tahun ini, peluang untuk menjadi abdi negara cukup besar. Sebanyak 477 formasi yang disediakan, khususnya bagi masyarakat Sampang. Hanya saja, tidak semua formasi sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Terdapat dua jalur yang menjadi pilihan peserta. Rinciannya, 76 kuota sebagai PNS dan 371 rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Kepala Bidang (Kabid) Informasi Kepegawaian dan Pengembangan Karir Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Hendro Sugianto mengatakan, jatah rekrutmen PNS tahun ini tidak terlalu banyak. Sebab, kuota tersebut ditentukan oleh pemerintah pusat. Rata-rata di setiap daerah didominasi jatah rekrutmen PPPK.

Bacaan Lainnya

“Tapi kami belum mengumumkan secara resmi. Karena masih banyak persiapan yang harus dilakukan. Bahkan, rencananya semua formasi akan diumumkan di halaman web BKPSDM Sampang atau online. Semoga saja tidak ada kendala dalam pelaksanaannya,” ujarnya, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, proses seleksi tahun ini lebih ketat dari sebelumnya. Sebab, dilengkapi dengan alat pendeteksi wajah. Sehingga dipastikan, tidak ada kecurangan dalam proses pelaksanaan tes. Sebab, semua peserta akan terdeteksi jika diwakili orang lain ataupun melakukannya kecurangan dalam bentuk lain.

Selain itu, tes tetap mengikuti ketentuan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Salah satunya, pelaksanaan tes harus berbasis komputer atau menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Setiap peserta, wajib memahami komputer untuk menjawab soal dan nilainya langsung diketahui pasca tes selesai dilakukan.

Ditanya soal lokasi pelaksanaan tes, pihaknya mengaku akan digelar di SMPN 1 Sampang Jalan Wijaya Kusuma. Lokasi tersebut, sudah terbiasa terpakai untuk ujian tes CPNS pada tahun sebelumnya. “Yang jelas untuk pelaksanaannya nanti, tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes). Termasuk, adanya pengaturan jalan yang berbeda dari sebelumnya. Sehingga dipastikan akan membutuhkan ruang lebih banyak,” tukasnya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *