Dari 5.182 Peserta, 1.767 CPNS Lolos Passing Grade

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) USAI: Peserta CPNS yang akan mengikutu tes SKD sedang mengganti ikat pinggang dengan tali rafia beberapa waktu lalu

Kabarmadura.id/Bangkalan– Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah usai. Dari hasil itu, ribuan CPNS yang mengikuti tes SKD dinyatakan tidak lolos. Sebab, menurut Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDA) Bangkalan Sumriyah, ribuan CPNS dinyatakan tidak lolos karena nilainya di bawah passing grade.

Sumriyah mengatakan, passing grade yang harus dicapai peserta yakni 271. Rinciannya, peserta yang lolos dalam seleksi administrasi secara online sebanyak 5.182 pelamar. Saat pelaksanaan ujian, yang hadir hanya 4.901 orang. Usai tes SKD yang lolos passing grade hanya 1.767 peserta.

Bacaan Lainnya

“Jumlah yang tidak hadir sebanyak 257 orang,” ujarnya.

Masih menurut Sumriyah, bagi peserta yang memenuhi passing grade diminta untuk selalu update mengenai pengumuman lolos tidaknya mereka untuk tahap selanjutnya. Yakni tes dengan mengikuti Standar Kompetensi Bidang (SKB).

“Peserta bisa langsung melakukan cek di portal BKN. Juga yang belum lolos jangan kecewa. Sebab, kita lakukan sesuai secara transparan dan saya jamin tidak ada pungli,” jelasnya.

Namun, Ketua Panitia Seleksi Setidjabudhi mengatakan, peserta yang lolos passing grade ini belum bisa dipastikan juga apakah bisa mengikuti tes selanjutnya atau tidak. Sebab, 1.767 peserta itu masih harus ada tahap perangkingan terlebih dahulu. Dimana akan diambil 3 kali dari formasi yang dibutuhkan. Artinya, jika yang lolos passing grade 15 sedang formasi yang diambil hanya 1. Peserta yang lolos tes SKD akan diambil 3 orang saja dari nilai yang tertinggi.

“Tidak semua, nanti akan diambil tiga kali dari jumlah kebutuhan di masing-masing formasi,” papar lelaki yang juga menjabat sebagai Pj Sekda Bangkalan ini.

Untuk tempat dan pelaksanaan tes SKB, Setijabudi mengaku, pihaknya belum menerima informasi, karena menurut dia, tes SKB itu adalah wewenang Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab, menurutnya, daerah hanya memberikan fasilitas pelaksanaannya saja. Sedangkan tahapan dan jadwalnya kapan ditentukan oleh pusat yaitu BKN.

“Untuk tempat dan waktu pelaksanaannya kita belum tau, kita masih menunggu informasinya dari pusat. Karena itu kewenangan dari BKN bukan kita. Kita hanya memfasilitasi saja, tapi Alhamdulillah pelaksanaan tes SKD Bangkalan sudah selesai tanpa kendala yang berarti,” tukasnya.

Sekedar diketahui, tahun 2020 ini Kabupaten Bangkalan mendapat jatah sebanyam 297 formasi. Jumlah tersebut terdiri dari formasi pendidikan, esehatan dan Umum. Untuk formasi pendidikan kuota yang akan diambil sebanyak 196, formasi kesehatan sebanyak 36 dan formasi umum atau teknis sebanyak 65. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *