oleh

Dari 55 SMP, Hanya 3 Sekolah yang Penuhi Pagu PPDB

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) telah selesai pada Sabtu (4/7/2020). Senin (6/7/2020) adalah pengumuman hasil PPDB untuk lembaga pendidikan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun, PPDB tahun 2020 ini masih diwarnai dengan adanya sekolah yang tidak memenuhi pagu.

Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum dan Penilaian SMP Dinas Pendisikan (Disdik) Bangkalan, Risman Iriyanto mengatakan, dari 55 SMP Negeri di Bangkalan, hanya 3 sekolah saja yang memenuhi pagu. Sekolah tersebut ialah SMPN 1 Bangkalan, SMPN 2 Bangkalan dan SMPN 1 Kamal.

“Sudah 3 tahun ini PPDB SMP tidak memenuhi pagu,” katanya, Senin (6/7/2020).

Namun, berapa jumlah pasti kekurangan pagu itu, dia enggan menyebutkannya. Risman hanya mengungkapkan, bahwa pagu tahun ini ada 7.808 atau 224 rombongan belajar (Rombel) dari 55 SMP Negeri di Bangkalan.

“Seperti SMPN 2 Blega, hanya sanggup separuh lebih saja, tidak sampai 100 persen pagunya,” ungkapnya.

Menurutnya, diperkirakan dari 52 SMP Negeri yang masih kurang sekitar 30 persen dari pagu yang telah ditetapkan. Agar 52 sekolah bisa mencapai pagu, dia membebaskan sekolah menerima peserta didik baru.Tetapi, penerimaan ini hanya sampai pada waktu pengisian data peserta didik (Dapodik) saja. Selepas pengisian dapodik, Risman mengingatkan sekolah tidak menerima siswa baru. Pengisian dapodik ini diperkirakan sampai bulan Agustus.

“Daftar ulang mulai tanggal 7 sampai tanggal 10 bulan ini,” terangnya.

Mengenai kendala banyaknya sekolah yang belum memenuhi pagu dalam 3 tahun terakhir ini, menurutnya, saat ini banyak orang tua yang memilih anaknya untuk bersekolah di pondok. Sehingga, minat anak untuk sekolah di lembaga yang berstatus negeri atau sekolah umum menurun.

“Kalau langkah kami dari Disdik sendiri selalu mendorong sekolah mengemas untuk seperti di pondok,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 2 Bangkalan Edy Hariadi mengakui memang saat ini sekolahnya sudah memenuhi pagu. Di sekolahnya sendiri ada 11 rombel dengan per rombel 32 anak. Mengenai kendala ketika melakukan PPDB daring, kata dia, terkendala dengan jaringan.

“Kalau masalah pagu belum terpenuhi ini tergantung masing-masing keinginan orang tua dan anak,” tandas lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Bangkalan tersebut. (ina/pai)

Komentar

News Feed